- Teknologi LiDAR menemukan struktur geometris misterius Suku Aquiry di Amazon.
- Pemindaian laser 3D menembus rimbunnya kanopi hutan hujan tropis Brazil.
- Ribuan geoglif diduga menjadi pusat ritual dan kegiatan peradaban kuno.
Suara.com - Para arkeolog berhasil menemukan ribuan struktur geometris misterius peninggalan Suku Aquiry di kedalaman Hutan Hujan Amazon menggunakan teknologi pemindaian Light Detection and Ranging (LiDAR).
Penemuan ini membuka tabir baru mengenai jejak peradaban kuno yang selama ini tersembunyi di balik rimbunnya kanopi hutan tropis tersebut.
Pemanfaatan LiDAR menjadi titik balik penting dalam dunia pemetaan arkeologi modern, khususnya pada wilayah yang sulit dijangkau secara eksplorasi fisik langsung.
Teknologi penginderaan jauh ini memanfaatkan pancaran gelombang cahaya laser khusus untuk menembus celah vegetasi yang sangat padat.
Saat pulsa laser ditembakkan dari pesawat udara, sistem LiDAR mengukur jarak pantulan cahaya dari permukaan tanah secara akurat.
Data pantulan tersebut kemudian diproses menjadi proyeksi topografi tiga dimensi yang memvisualisasikan kontur tanah tanpa terhalang pepohonan, semak, maupun batuan.
Studi sebelumnya hanya mencakup wilayah keseluruhan Amazon tanpa mendetail apa yang ada di dalamnya. Penelitian terbaru berfokus pada satu daerah di tengah Hutan Hujan Amazon yang pernah dihuni oleh Suku Aquiry.
Peradaban kuno yang menampung sekitar 1,85 hingga 3 juta orang di dalamnya ini menempati pedalaman Amazon bagian Barat Daya.
Sangat sedikit catatan yang membahas Suku Aquiry tentang bagaimana cara mereka hidup. Arkeolog menemukan bahwa mereka gemar membangun geoglif raksasa yang masih dapat ditemui di pedalaman Hutan Hujan Amazon hingga saat ini.
Peneliti menemukan 400 galian tanah seluas 4.500 kilometer persegi di wilayah Brasil yang sebelumnya diduga peninggalan peradaban ini. Sebagian besar struktur tersebut tersembunyi di bawah rimbunnya hutan hujan yang hijau.
Struktur tersebut terdiri dari bentuk-bentuk geometris seperti lingkaran, persegi dan persegi panjang.
"Salah satu di antaranya dikenal sebagai D.schaan" penjelasan Martti Parssinen, seorang pakar arkeologi Amerika Selatan dan Profesor di Universitas Helsinki.
Fungsi dan kegunaan dari struktur ini masih belum diketahui. Tetapi, struktur tersebut diyakini sebagai pusat kegiatan keagamaan dari Suku Aquiry, Alun-Alun kota.
Selain itu, juga diyakini sebagai tempat berkumpul masyarakat untuk acara-acara tertentu sebagai tempat hiburan masyarakat Suku Aquiry.
Sayangnya, tidak ada catatan yang menunjukkan fungsi dari struktur arkeologi tersebut.
"Hasil eksplorasi lebih lanjut mengenai struktur ini dengan menggunakan beberapa metode. Dapat disimpulkan, sementara lebih dari 200.000 konstruksi semacam ini didirikan di atas tanah seluas 183.000 kilometer persegi di wilayah ini saja," pemaparan Parssine.
Parssinen menambahkan, jika ditemukan hasil temuan serupa di wilayah lain di Amazon dan ada kaitannya antara peradaban dan memiliki pengaruh terhadap struktur ekologis dan biologis di sana hal ini perlu diadakan riset kembali.
Struktur ini belum diketahui secara pasti fungsi dan juga kegunaannya. Hingga saat ini peneliti masih mencari dan terus meneliti tentang struktur misterius di tengah lebatnya Hutan Amazon ini.
Keberadaannya yang misterius di tengah hutan yang lebat menjadi rahasia Hutan Amazon. Hal ini menambah kesan sakral tempat tersebut.
Kontributor : Muhammad Ikhwan Nur Ariyansyah