- LG webOS menawarkan antarmuka yang sederhana untuk mengakses aplikasi, layanan streaming, dan integrasi perangkat LG.
- Sistem webOS pada model tertentu dilengkapi Magic Remote berpinter serta fitur berbasis kecerdasan buatan.
- Pembeli Smart TV perlu memperhatikan spesifikasi panel, prosesor, refresh rate, serta konektivitas sebelum membeli.
Suara.com - Kelebihan dan kekurangan LG webOS dibanding Google TV menjadi hal yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli Smart TV. Pasalnya, sistem operasi bukan hanya menentukan tampilan menu televisi, tetapi juga memengaruhi cara pengguna mengakses aplikasi, mencari tontonan, melakukan casting hingga menghubungkan TV dengan perangkat lain.
LG menggunakan webOS pada Smart TV buatannya, sedangkan Google TV digunakan oleh berbagai produsen televisi sebagai platform smart TV dengan integrasi layanan Google.
Keduanya sama-sama dapat digunakan untuk menikmati layanan streaming, tetapi menawarkan pengalaman yang berbeda.
LG pada TV terbarunya, misalnya, menawarkan webOS25 dengan sejumlah fitur seperti AI Voice ID, AI Search, AI Chatbot, AI Concierge, Picture/Sound Wizard dan AI Magic Remote pada model tertentu.
Sementara itu, Google TV menonjolkan pengalaman berbasis rekomendasi konten yang menggabungkan aktivitas tontonan, watchlist dan layanan streaming yang terhubung dengan akun Google pengguna.
Lantas, apa saja kelebihan dan kekurangan LG webOS dibanding Google TV?
Mengenal LG webOS dan Google TV
![Smart TV LG 4K 43 inch 43UT8050PSB. [LG]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/19/88073-smart-tv-lg-4k-43-inch-43ut8050psb.jpg)
Sebelum membandingkannya, perlu diketahui bahwa webOS dan Google TV merupakan platform smart TV, bukan teknologi panel layar.
Artinya, kualitas gambar sebuah televisi tidak otomatis lebih baik hanya karena menggunakan webOS atau Google TV. Kualitas panel, prosesor gambar, refresh rate, HDR, speaker dan fitur lainnya tetap harus diperhatikan.
LG mengembangkan webOS sebagai sistem operasi untuk Smart TV LG. Pada model tertentu, LG menggabungkan webOS dengan Magic Remote, fitur AI dan berbagai fungsi smart TV.
Sementara itu, Google TV menghadirkan antarmuka yang mengumpulkan rekomendasi film dan acara TV berdasarkan layanan streaming, aktivitas tontonan, watchlist serta preferensi pengguna.
Kelebihan LG webOS Dibanding Google TV
| Aspek | LG webOS | Google TV |
|---|---|---|
| Antarmuka | Tampilan relatif sederhana dan mudah dipahami. | Kaya rekomendasi konten dan fitur personalisasi. |
| Navigasi | Magic Remote pada model tertentu memungkinkan navigasi dengan pointer. | Navigasi terintegrasi dengan pencarian Google dan perintah suara. |
| Ekosistem | Terintegrasi dengan perangkat dan layanan LG. | Unggul untuk pengguna Android dan layanan Google. |
| Google Cast / Casting | Tersedia pada model tertentu. | Menjadi salah satu fitur utama pada perangkat yang mendukung Google Cast. |
| Fitur AI | AI Search, AI Concierge, AI Chatbot dan AI Voice ID pada model tertentu. | Memanfaatkan layanan dan pencarian berbasis Google. |
| Kelebihan Utama | • Antarmuka simpel • Magic Remote praktis • Integrasi kuat dengan TV LG • Fitur AI terbaru | • Ekosistem Google luas • Google Cast praktis • Cocok untuk Android • Rekomendasi konten personal |
| Kekurangan | • Integrasi Google tidak sekuat Google TV • Fitur berbeda pada setiap model TV | • Tampilan bisa terasa lebih ramai • Performa bergantung pada hardware TV |
| Cocok untuk | Pengguna yang menginginkan TV simpel, praktis, dan terintegrasi dengan perangkat LG. | Pengguna Android yang sering menggunakan layanan Google dan fitur casting. |
| Kesimpulan | LG webOS unggul untuk pengguna yang mengutamakan kemudahan dan integrasi dengan ekosistem LG, sedangkan Google TV lebih menarik bagi pengguna Android dan layanan Google yang menginginkan fitur casting serta rekomendasi konten yang lebih personal. | |
1. Antarmuka webOS relatif mudah digunakan
Salah satu kelebihan LG webOS adalah pengalaman penggunaan yang dirancang terintegrasi dengan perangkat TV LG.
Bagi pengguna yang tidak membutuhkan terlalu banyak fitur tambahan, tampilan webOS bisa terasa lebih sederhana untuk mengakses aplikasi dan fungsi televisi.
Pendekatan ini cocok bagi pengguna yang menggunakan Smart TV terutama untuk menonton Netflix, YouTube, layanan streaming, televisi digital dan konten lainnya.
2. Magic Remote menjadi nilai tambah
Pada model LG yang kompatibel, Magic Remote dapat menjadi salah satu keunggulan pengalaman menggunakan webOS.
Remote ini memungkinkan pengguna mengarahkan pointer pada layar sehingga navigasi tidak hanya mengandalkan tombol arah.
Pada TV LG terbaru tertentu, LG juga menawarkan AI Magic Remote yang terintegrasi dengan sejumlah fitur AI pada webOS. LG mencantumkan AI Voice ID, AI Search, AI Chatbot dan AI Concierge sebagai bagian dari fitur webOS pada lini AI TV tertentu.
3. Fitur AI terintegrasi dengan ekosistem LG
Pada model yang mendukungnya, webOS terbaru menawarkan berbagai fitur berbasis AI.
LG mencantumkan fitur seperti AI Search untuk pencarian, AI Chatbot, AI Concierge serta AI Picture/Sound Wizard. Namun, konsumen perlu memperhatikan model TV karena tidak seluruh produk LG memiliki fitur yang sama.
4. Integrasi dengan perangkat LG
Karena webOS dikembangkan langsung oleh LG untuk lini Smart TV-nya, platform ini terintegrasi dengan berbagai fitur dan perangkat LG.
Pada salah satu model LG UHD AI TV yang tersedia di Indonesia, misalnya, LG mencantumkan webOS 25, Magic Remote, LG ThinQ, Apple AirPlay, Google Cast dan Google Home/Hub.
Hal ini menunjukkan bahwa memilih LG webOS tidak berarti pengguna harus sepenuhnya meninggalkan ekosistem Google.
Sebelum membeli Smart TV, perhatikan beberapa spesifikasi lain
Pertama, cek jenis panel dan resolusi. TV 4K dengan panel dan teknologi pemrosesan gambar yang baik dapat memberikan pengalaman menonton yang lebih memuaskan.
Kedua, perhatikan prosesor dan performa TV. Sistem operasi yang sama dapat terasa berbeda pada televisi dengan hardware berbeda.
Ketiga, cek refresh rate, terutama jika TV akan digunakan untuk bermain game.
Keempat, pastikan aplikasi streaming yang sering digunakan tersedia pada TV yang akan dibeli.
Kelima, periksa fitur konektivitas, seperti HDMI, Bluetooth, Wi-Fi, AirPlay atau Google Cast, sesuai kebutuhan perangkat di rumah.