Indonesia-AS Perkuat Kerja Sama AI, Meutya Hafid: Kedaulatan Digital Tetap Prioritas

Dythia Novianty

Kamis, 10 September 2026 | 09:23 WIB
Indonesia-AS Perkuat Kerja Sama AI, Meutya Hafid: Kedaulatan Digital Tetap Prioritas
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid. [Antara/M Risyal Hidayat/YU]
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat membahas kerja sama pengembangan kecerdasan artifisial di Kementerian Komdigi baru-baru ini.
  • Amerika Serikat menawarkan dukungan berupa AI Export Center, tenaga ahli, serta asistensi implementasi bagi instansi pemerintah Indonesia.
  • Indonesia menyiapkan tata kelola kecerdasan artifisial berbasis risiko untuk memastikan keamanan masyarakat tanpa menghambat inovasi teknologi global.

Suara.com - Indonesia dan Amerika Serikat memperluas pembahasan kerja sama di bidang kecerdasan artifisial (AI). 

Di tengah pesatnya adopsi teknologi AI di Indonesia, pemerintah membuka peluang kolaborasi dengan ekosistem teknologi Amerika Serikat, tetapi tetap menempatkan kedaulatan digital sebagai prioritas.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan keterbukaan terhadap teknologi global harus berjalan seiring dengan kepentingan nasional. Artinya, kerja sama AI tidak hanya diarahkan untuk mempercepat inovasi, tetapi juga memastikan keamanan, kepastian aturan, dan perlindungan masyarakat.

“Teknologi harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kerja sama dan penerapannya harus tetap berada dalam kerangka kepentingan nasional, termasuk memastikan masyarakat mendapatkan ruang digital yang aman,” ujar Meutya dalam pertemuan dengan Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joy Sakurai di Kantor Kementerian Komdigi, belum lama ini.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas sejumlah agenda digital, terutama pengembangan AI dan kebijakan pelindungan masyarakat di ruang digital.

Indonesia Siapkan Tata Kelola AI Berbasis Risiko

Indonesia saat ini tengah menyiapkan kerangka tata kelola AI dengan pendekatan berbasis risiko. Pemerintah ingin memastikan perkembangan teknologi tetap berlangsung tanpa mengabaikan potensi dampak terhadap masyarakat.

Dalam skema tersebut, AI akan diklasifikasikan berdasarkan tingkat risikonya, mulai dari risiko yang tidak dapat ditoleransi, risiko tinggi, hingga risiko rendah.

Penerapan aturan nantinya dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing sektor melalui regulasi sektoral.

baca juga

“Peta jalan AI disusun untuk melengkapi tingkat adopsi kecerdasan artifisial yang sangat tinggi di Indonesia, terutama di kalangan generasi muda. Kami menghadirkan regulasi berbasis risiko bukan untuk menghambat inovasi, melainkan membangun rasa aman dan kepercayaan publik terhadap teknologi,” tegas Meutya.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena penggunaan AI semakin masuk ke berbagai aktivitas masyarakat. 

Pemerintah tidak ingin regulasi justru mematikan inovasi, tetapi juga tidak ingin perkembangan teknologi berlangsung tanpa pagar pengaman.

AS Tawarkan AI Export Center dan Tenaga Ahli

Dalam pertemuan dengan pemerintah Indonesia, Amerika Serikat menyambut langkah Indonesia dalam membangun tata kelola digital. AS juga menawarkan dukungan melalui AI Export Center di San Francisco, tenaga ahli, serta asistensi implementasi AI bagi instansi pemerintah.

Kerja sama tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk mendapatkan akses terhadap pengetahuan, keahlian, dan ekosistem AI dari salah satu pusat teknologi global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Cuma Kejar Pace, ISOPLUS Run 2026 Hadirkan Pengalaman Digital di Lintasan

Bukan Cuma Kejar Pace, ISOPLUS Run 2026 Hadirkan Pengalaman Digital di Lintasan

Tekno | Senin, 07 September 2026 | 07:33 WIB

Lupakan Bolak-balik Aplikasi, Lenovo Qira Disiapkan Jadi AI yang Menghubungkan Aktivitas Digital

Lupakan Bolak-balik Aplikasi, Lenovo Qira Disiapkan Jadi AI yang Menghubungkan Aktivitas Digital

Tekno | Sabtu, 05 September 2026 | 15:51 WIB

Bukan Sekadar AI, 7 Perangkat LG di IFA 2026 Fokus Hemat Energi dan Ruang

Bukan Sekadar AI, 7 Perangkat LG di IFA 2026 Fokus Hemat Energi dan Ruang

Tekno | Sabtu, 05 September 2026 | 10:20 WIB

Email Bisnis di Era AI, Mengapa Inbox Perusahaan Kini Bisa Bekerja Lebih Cerdas

Email Bisnis di Era AI, Mengapa Inbox Perusahaan Kini Bisa Bekerja Lebih Cerdas

Tekno | Jum'at, 04 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Sekadar Smart Home, LG Bangun Ekosistem AI yang Bisa Menyesuaikan Gaya Hidup

Bukan Sekadar Smart Home, LG Bangun Ekosistem AI yang Bisa Menyesuaikan Gaya Hidup

Tekno | Kamis, 03 September 2026 | 19:24 WIB

Dari Lapangan ke Platform Digital, Piala by.U 2026 Bangun Jalur Baru Talenta Futsal

Dari Lapangan ke Platform Digital, Piala by.U 2026 Bangun Jalur Baru Talenta Futsal

Tekno | Kamis, 03 September 2026 | 17:52 WIB

Terkini

Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled

Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Kulit Berminyak Pakai Facial Wash atau Facial Foam? Ini Perbedaannya

Kulit Berminyak Pakai Facial Wash atau Facial Foam? Ini Perbedaannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:07 WIB

Awas Kena PHP Perusahaan! Ini Bahaya Terselubung Tren Ghost Job bagi Pencari Kerja

Awas Kena PHP Perusahaan! Ini Bahaya Terselubung Tren Ghost Job bagi Pencari Kerja

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Rp33.000 dalam Dua Hari

Harga Emas Antam Anjlok Rp33.000 dalam Dua Hari

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik

Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:59 WIB

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Surakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:37 WIB

×