- Samsung meluncurkan Galaxy Watch Ultra2 di Indonesia pada 14 Agustus 2026 seharga Rp10.499.000 untuk memantau kesehatan tidur pengguna.
- Perangkat pintar ini menggunakan fitur Vitals dan sensor canggih untuk menganalisis lima indikator biologis tubuh selama tidur malam.
- Dokter Gia Pratama menyarankan metode 4-3-2-1 secara konsisten guna meningkatkan kualitas pemulihan tubuh setiap malam secara optimal.
Suara.com - Saat tidur, tubuh memang terlihat tidak banyak bergerak. Namun, berbagai proses pemulihan tetap berlangsung. Kondisi tersebut kini coba dibaca lebih jauh melalui perangkat wearable, salah satunya lewat fitur Vitals pada Samsung Galaxy Watch Ultra2.
Fitur ini memanfaatkan Samsung BioActive Sensor untuk memantau lima indikator tubuh saat tidur, yakni detak jantung, heart rate variability (HRV), laju pernapasan, suhu kulit, dan kadar oksigen dalam darah atau SpO.
Data tersebut kemudian digunakan untuk membentuk baseline personal. Galaxy Watch Ultra2 membutuhkan setidaknya tujuh malam data tidur agar perangkat dapat memahami pola tubuh pengguna dan melihat perubahan berdasarkan kebiasaan masing-masing.
Bukan Sekadar Mengukur Tidur
Data dari Vitals kemudian diolah melalui Samsung Health dan One UI 9 Watch menjadi sejumlah indikator yang lebih mudah dipahami.
Salah satunya Heart Health Score, yang mempertimbangkan sejumlah faktor seperti durasi tidur, BMI, aktivitas fisik, dan beban vaskular. Ada pula Sleep Score untuk melihat kualitas tidur serta Energy Score yang memberikan gambaran kesiapan tubuh menjalani aktivitas pada hari berikutnya.
MX Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, Tipe Sultan, mengatakan data saat tidur dapat memberikan konteks yang berbeda dibandingkan sekadar melihat aktivitas pada siang hari.
“Padahal, kondisi tubuh saat tidur juga memberikan konteks penting mengenai pemulihan. Melalui Vitals dan Heart Health Score di One UI 9 Watch, Galaxy Watch Ultra2 membantu mengubah data tersebut menjadi insight yang lebih mudah dipahami,” jelas Tipe dalam keterangan resminya, Rabu (23/9/2026).
Meski demikian, skor tersebut bukan diagnosis medis. Perubahan yang berlangsung secara konsisten atau kondisi yang mengkhawatirkan tetap perlu dikonsultasikan kepada tenaga medis.
Tidur Juga Perlu Dipersiapkan
Dokter dan penulis dr. Gia Pratama menilai kualitas pemulihan tidak hanya ditentukan oleh durasi tidur, tetapi juga kebiasaan sebelum tidur.
Ia memperkenalkan metode 4-3-2-1, yakni menghentikan aktivitas fisik berat empat jam sebelum tidur, menghindari makanan berat tiga jam sebelumnya, membatasi asupan cairan dua jam sebelumnya, serta mengurangi paparan layar satu jam sebelum tidur.
Menurut Gia, rutinitas sederhana yang dilakukan secara konsisten lebih mudah diterapkan dibandingkan terlalu banyak aturan sebelum tidur.
“Kalau metode 4-3-2-1 ini dijalankan terus-menerus, seminggu saja, akan terasa bedanya saat bangun pagi. Tetapi yang perlu diingat, rutinitas yang terlalu banyak justru tidak akan dijalankan,” ujarnya.
Baterai 800 mAh untuk Pantau Semalaman
Untuk mendukung pemantauan sepanjang hari, Galaxy Watch Ultra2 membawa baterai 800 mAh dengan bodi setebal 10,7 mm.
![Watch Ultra2. [Samsung Indonesia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/23/11979-watch-ultra2.jpg)
Samsung juga menggunakan strap dengan struktur air pocket yang diklaim 26 persen lebih ringan. Desain tersebut ditujukan agar perangkat tetap nyaman digunakan, termasuk ketika dipakai saat tidur.
Galaxy Watch Ultra2 juga dilengkapi Google Gemini melalui fitur Raise to Talk, sehingga pengguna dapat berinteraksi dengan asisten AI menggunakan suara.
Di Indonesia, Galaxy Watch Ultra2 47mm tersedia dalam warna Titanium Silver dan Titanium Gray dengan harga Rp10.499.000. Perangkat ini telah tersedia sejak 14 Agustus 2026.
Sementara itu, Samsung juga menawarkan Galaxy Watch9 sebagai pilihan dengan harga lebih rendah. Watch9 hadir dalam ukuran 40mm mulai Rp5.999.000 dan 44mm Rp6.499.000, dengan sejumlah fitur pemantauan kesehatan seperti Vitals, Heart Health Score, dan Energy Score.