- Kementerian Koperasi menggelar seminar Korea-Indonesia Smart Factory di BINUS Bekasi untuk melatih 30 peserta pada September 2026.
- Peserta UKM mempelajari pemanfaatan kecerdasan artifisial dan pengolahan data praktis menggunakan perangkat Orange 3 untuk efisiensi produksi.
- Program ODA Smart Factory yang bekerja sama dengan Korea memberikan pelatihan serta bantuan peralatan bagi pelaku usaha.
Suara.com - Kecerdasan artifisial (AI) mulai didorong masuk ke lingkungan usaha kecil dan menengah (UKM), bukan hanya untuk kebutuhan administrasi atau pembuatan konten, tetapi juga untuk membaca data dan membantu meningkatkan proses produksi.
Pemanfaatan AI, data, dan Smart Factory menjadi salah satu fokus dalam program transformasi teknologi bagi koperasi dan UKM Indonesia melalui Korea-Indonesia Smart Factory Seminar yang digelar di BINUS @Bekasi, belum lama ini.
Teknologi tersebut diarahkan untuk membantu pelaku usaha memahami kondisi operasional berdasarkan data, mengidentifikasi ruang untuk efisiensi, hingga mendukung pengambilan keputusan dalam proses bisnis.
Program ini menjadi bagian dari Program ODA Smart Factory, yang sebelumnya menggelar pelatihan selama empat hari pada 14–17 September 2026.
Sebanyak 30 peserta dari 14 perusahaan dan koperasi mengikuti pelatihan mengenai Smart Factory, pemanfaatan data, dan teknologi digital.
Data Jadi Fondasi Smart Factory
Dalam penerapan Smart Factory, data menjadi salah satu komponen penting karena berbagai aktivitas operasional perlu diterjemahkan menjadi informasi yang dapat dianalisis.
Karena itu, rangkaian seminar juga menghadirkan sesi mengenai data dan kecerdasan artifisial untuk mendukung Smart Factory bersama perwakilan Indonesian Cloud.
Peserta diperkenalkan pada bagaimana data dan AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung transformasi digital di lingkungan koperasi dan UKM.
Pendekatan tersebut membuat AI tidak sekadar menjadi teknologi yang berdiri sendiri. Data dari proses bisnis dapat menjadi bahan untuk melihat pola, mengevaluasi proses, dan mencari peluang peningkatan efisiensi.
AI Dipraktikkan untuk Olah Data
Penerapan teknologi juga diperkenalkan secara langsung melalui workshop “AI untuk Pengolahan Data: Smart Factory menggunakan Orange 3” yang menghadirkan narasumber dari BINUS University.
Dalam workshop ini, peserta diperkenalkan pada penggunaan AI dan pengolahan data dengan Orange 3, perangkat yang dapat membantu analisis sekaligus visualisasi data.
Dengan pendekatan tersebut, pelaku UKM tidak hanya mendapatkan gambaran mengenai konsep Smart Factory, tetapi juga diperkenalkan pada cara mengolah data secara lebih praktis.
Sementara itu, sesi bersama PT Internex Indonesia membahas transformasi digital dalam manufaktur, termasuk penggunaan teknologi untuk mendukung efisiensi dan produktivitas proses bisnis.
UKM Tak Cukup Sekadar Punya Teknologi
![Korea-Indonesia Smart Factory Seminar. [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/25/70630-korea-indonesia-smart-factory-seminar.jpg)
Masuknya AI ke sektor UKM membawa tantangan tersendiri. Memiliki perangkat atau teknologi belum otomatis membuat proses bisnis menjadi lebih efisien.
Kemampuan sumber daya manusia untuk memahami dan menerapkan teknologi menjadi faktor penting agar investasi digital benar-benar memberikan dampak.
“Transformasi digital tidak cukup hanya dengan pengetahuan, tetapi harus diikuti dengan kemampuan untuk menerapkan teknologi secara nyata dalam proses bisnis,” ujar Pengawas Ahli Utama, Kementerian Koperasi RI, Daniel Asnur dalam keterangan resminya, Jumat (25/9/2026).
Menurut Daniel, Program ODA Smart Factory tidak hanya memberikan pelatihan dan peningkatan kapasitas. Koperasi dan UKM juga mendapatkan dukungan peralatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Artinya, pendekatan transformasi yang didorong dalam program ini tidak berhenti pada edukasi. Teknologi juga diarahkan untuk masuk ke proses operasional secara langsung.
Smart Factory Jadi Langkah Berikutnya
Seminar yang diikuti lebih dari 100 pelaku UKM dan perwakilan perusahaan tersebut mempertemukan pemerintah, akademisi, perusahaan teknologi, industri, serta dunia usaha.
Program ODA Smart Factory sendiri memasuki tahun terakhir pelaksanaannya pada 2026. Kementerian Koperasi berharap pengalaman dari program tersebut dapat menjadi best practice yang dikembangkan dan direplikasi untuk menjangkau lebih banyak koperasi dan UKM.
Kerja sama dengan Pemerintah Republik Korea dan INNOBIZ Association juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem transformasi teknologi bagi koperasi dan UKM Indonesia.