5 Bahaya Menumpuk Steker Colokan Listrik di Satu Stop Kontak, Bisa Berakibat Fatal

Yasinta Rahmawati

Sabtu, 26 September 2026 | 07:43 WIB
5 Bahaya Menumpuk Steker Colokan Listrik di Satu Stop Kontak, Bisa Berakibat Fatal
Ilustrasi stop kontak. (Magnific)
baca 10 detik
  • Kebiasaan menumpuk beberapa steker pada satu stop kontak bisa berbahaya.
  • Setiap stop kontak dan instalasi listrik memiliki kapasitas tertentu.
  • Ketika terlalu banyak peralatan disambungkan pada satu titik, total beban listrik yang mengalir dapat menjadi terlalu besar.

Suara.com - Pernahkah kamu mencolokkan beberapa percabangan steker atau terminal listrik secara bertumpuk pada satu stop kontak di rumah?

Kebiasaan tersebut mungkin terasa praktis, terutama ketika jumlah perangkat elektronik di rumah lebih banyak daripada ketersediaan stop kontak. Namun hal itu ternyata dapat meningkatkan risiko gangguan pada instalasi listrik.

Penumpukan steker yang memicu panas berlebih dapat melunakkan dan merusak lapisan isolasi kabel.

Lantas, apa saja bahaya menumpuk steker colokan listrik di satu stop kontak? Berikut beberapa risikonya.

1. Menyebabkan Beban Listrik Berlebih (Overloading)

Setiap stop kontak dan instalasi listrik memiliki kapasitas tertentu. Ketika terlalu banyak peralatan disambungkan pada satu titik, total beban listrik yang mengalir dapat menjadi terlalu besar.

Kondisi ini dikenal sebagai overload. Terlebih jika perangkat yang digunakan memiliki daya besar, seperti setrika, microwave, pemanas air, atau oven listrik.

"Overloading terjadi ketika arus listrik yang ditarik oleh perangkat melebihi kapasitas yang dapat ditangani oleh stop kontak atau kabel ekstensi. Akibatnya, stop kontak dan kabel bisa menjadi panas dan berisiko meleleh atau terbakar," demikian dikutip dari laman resmi Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Gatrik) ESDM.

2. Meningkatkan Risiko Korsleting

baca juga

Menumpuk steker bukan satu-satunya penyebab korsleting, tetapi dapat memperbesar risiko ketika instalasi atau komponen listrik tidak mampu menangani beban yang digunakan.

Penumpukan steker yang memicu panas berlebih dapat melunakkan dan merusak lapisan isolasi kabel. Jika lapisan pelindung ini terkelupas, kawat tembaga di dalamnya bisa saling bersentuhan dan memicu hubungan arus pendek (korsleting).

Korsleting yang terjadi di balik dinding atau area yang tertutup tumpukan barang sering kali tidak langsung disadari, sehingga api dapat membesar dan memicu kebakaran rumah secara mendadak.

Karena itu, hindari menggunakan banyak sambungan bertingkat hanya untuk menambah jumlah perangkat yang dapat dicolokkan.

3. Kerusakan Perangkat Elektronik

Menumpuk steker juga memicu fluktuasi tegangan listrik. Naik-turunnya aliran listrik akibat beban yang tidak seimbang sangat merusak komponen sensitif pada barang elektronik modern seperti komputer, TV LED, hingga ponsel.

Kerusakan ini memang tidak langsung terlihat seketika, tetapi berpotensi memendekkan usia pakai perangkat elektronik secara signifikan.

4. Kegagalan Sistem Keamanan Listrik (MCB)

Instalasi listrik rumah biasanya dilengkapi circuit breaker atau MCB untuk memutus arus otomatis saat terjadi beban berlebih.

Namun, jika overloading terjadi secara terus-menerus akibat kebiasaan menumpuk steker, kompoen MCB dapat mengalami keausan dan penurunan performa.

Jika alat pengaman ini gagal bekerja saat terjadi lonjakan arus, risiko kecelakaan listrik akan meningkat drastis.

5. Bahaya Fisik dan Risiko Tersandung

Selain bahaya elektrikal, menumpuk adaptor dan kabel ekstensi menciptakan jaring kabel yang berserakan di lantai. Kabel yang berantakan berisiko tinggi membuat penghuni rumah tersandung.

Selain itu, beban steker yang terlalu berat dan renggang dapat terlepas dari stop kontak, menghasilkan percikan api (spark) yang membahayakan.

Untuk mengurangi risiko, gunakan stop kontak sesuai kapasitasnya dan cabut peralatan yang sudah tidak digunakan. Pilih pula komponen listrik yang memenuhi standar keselamatan. penggunaan peralatan listrik yang sesuai standar merupakan bagian penting dari keselamatan ketenagalistrikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gudang di Karet Kuningan Hangus Terbakar Diduga Akibat Korsleting Listrik, Kerugian Capai Rp1 Miliar

Gudang di Karet Kuningan Hangus Terbakar Diduga Akibat Korsleting Listrik, Kerugian Capai Rp1 Miliar

News | Jum'at, 25 September 2026 | 11:04 WIB

Apakah Aman Membiarkan Charger HP Tetap Menancap di Stop Kontak Seharian?

Apakah Aman Membiarkan Charger HP Tetap Menancap di Stop Kontak Seharian?

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 05:42 WIB

Semburan Asap Hitam di Pasar Baru Bikin Panik, Polisi Ungkap Penyebabnya

Semburan Asap Hitam di Pasar Baru Bikin Panik, Polisi Ungkap Penyebabnya

News | Senin, 07 September 2026 | 12:08 WIB

Terkini

5 Bahaya Menumpuk Steker Colokan Listrik di Satu Stop Kontak, Bisa Berakibat Fatal

5 Bahaya Menumpuk Steker Colokan Listrik di Satu Stop Kontak, Bisa Berakibat Fatal

Tekno | Sabtu, 26 September 2026 | 07:43 WIB

Donald Trump Kembali Izinkan CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

Donald Trump Kembali Izinkan CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:36 WIB

Promo BRI di Swiss-Belhotel, Liburan Akhir Tahun Tanpa Bikin Dompet Jebol

Promo BRI di Swiss-Belhotel, Liburan Akhir Tahun Tanpa Bikin Dompet Jebol

Bri | Sabtu, 26 September 2026 | 07:33 WIB

Pulang Sekolah Ditodong Senpi, Bocah 13 Tahun di Way Kanan Jadi Korban Begal

Pulang Sekolah Ditodong Senpi, Bocah 13 Tahun di Way Kanan Jadi Korban Begal

Lampung | Sabtu, 26 September 2026 | 07:33 WIB

Dua Batu Yoni Keramat di Jember Raib Dijarah Maling, Anggota DPRD Lapor Polisi

Dua Batu Yoni Keramat di Jember Raib Dijarah Maling, Anggota DPRD Lapor Polisi

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 07:24 WIB

Polusi Udara Jakarta Masuk 10 Besar Terburuk Dunia Pagi Ini

Polusi Udara Jakarta Masuk 10 Besar Terburuk Dunia Pagi Ini

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:21 WIB

Innalillahi, Guruh Soekarnoputra Berpulang

Innalillahi, Guruh Soekarnoputra Berpulang

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:18 WIB

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia Pagi Ini

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia Pagi Ini

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 07:13 WIB

Peran Tentara Dinilai Semakin Dominan, Pengamat: Militerisme Tak Kompatibel dengan Demokrasi

Peran Tentara Dinilai Semakin Dominan, Pengamat: Militerisme Tak Kompatibel dengan Demokrasi

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:04 WIB

Total 70 Negara Walk Out dari Pidato PM Israel Netanyahu di PBB

Total 70 Negara Walk Out dari Pidato PM Israel Netanyahu di PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:57 WIB

×