- Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat melaporkan lonjakan signifikan kasus kebakaran dari 66 kejadian pada Mei 2026 menjadi 100 kejadian pada Agustus 2026.
- Lonjakan kasus kebakaran yang mengakibatkan kerugian miliaran rupiah tersebut dipicu oleh faktor teknis utama berupa korsleting listrik di pemukiman warga.
- BPBD DKI Jakarta mengimbau penggunaan perangkat listrik SNI serta menggencarkan sosialisasi mitigasi bencana bersama Damkar pada Selasa (1/9/2026).
Suara.com - Tren kejadian kebakaran di wilayah DKI Jakarta menunjukkan grafik yang terus merangkak naik secara signifikan dalam empat bulan terakhir.
Berdasarkan data terbaru, angka kebakaran yang pada Mei 2026 tercatat sebanyak 66 kejadian, melonjak drastis hingga menyentuh angka 100 kejadian pada Agustus 2026.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, memberikan penjelasan terkait fenomena yang mengancam keselamatan warga ibu kota ini pada Selasa (1/9/2026).
Ia mengungkapkan bahwa mayoritas peristiwa kebakaran yang terjadi dipicu oleh satu faktor teknis utama.
"Sebagian besar karena korsleting listrik," ujar Maruli kepada Suara.com saat dikonfirmasi.
Dampak dari rentetan peristiwa kebakaran ini tidak main-main karena telah menelan kerugian materiil hingga mencapai miliaran rupiah.
Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan ini, BPBD DKI langsung mengeluarkan arahan tegas bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Kami mengimbau kepada warga untuk menggunakan peralatan listrik yang standar SNI dan berkoordinasi dengan pihak PLN untuk melakukan pengawasan terhadap aliran listrik yang ada," kata Maruli.
Selain pembenahan instalasi kabel, langkah preventif fisik juga terus diperkuat di titik-titik pemukiman padat penduduk.
"Langkah mitigasi lainnya sudah dilakukan Damkar dengan adanya APAR. Selain itu, dilakukan sosialisasi dan simulasi penanganan kebakaran bagi warga secara kontinu, terutama di pemukiman yang rawan kebakaran," lanjut Maruli.
Upaya edukasi ini dilakukan secara berkala agar warga memiliki kecakapan dan kesigapan saat menghadapi situasi darurat api.
Masyarakat pun diharapkan tidak abai terhadap kondisi kabel di rumah masing-masing guna memutus rantai kenaikan angka kebakaran di Jakarta.