Inovasi Sistem Daya 48V Microchip Hadirkan Pemantauan Energi Cerdas

Agung Pratnyawan

Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:14 WIB
Inovasi Sistem Daya 48V Microchip Hadirkan Pemantauan Energi Cerdas
Sistem Daya 48V Microchip. [Microchip]
baca 10 detik
  • Chip sistem daya 48V Microchip memantau energi perangkat secara cerdas.
  • Teknologi terbaru ini memiliki perlindungan kelistrikan hingga batas 75V.
  • Harga komponen sistem daya 48V Microchip dibanderol sangat terjangkau.

Suara.com - Kebutuhan akan sistem daya 48V Microchip semakin meningkat seiring pesatnya perkembangan pusat data kecerdasan buatan, industri otomotif, hingga jaringan telekomunikasi.

Merespons permintaan arsitektur kelistrikan yang lebih efisien, Microchip Technology resmi merilis chip pemantauan daya digital seri PAC1761 dan PAC1861.

Perangkat elektronik ini dirancang khusus untuk memantau kesehatan tegangan listrik tidak hanya secara instan, tetapi juga mengawasi tren penggunaan energi.

Inovasi chip pintar ini menggabungkan pengukuran daya secara kumulatif dengan margin tegangan tinggi untuk mencegah kerusakan perangkat keras operasional.

Arsitektur daya modern saat ini membutuhkan pemantauan digital yang mampu beroperasi dalam batas ekstrem hingga 65V.

Oleh karena itu, perangkat PAC1761 dan PAC1861 melengkapi tuntutan tersebut dengan perlindungan lonjakan listrik hingga 75V yang sangat aman terhadap dinamika sirkuit kelistrikan.

Kecerdasan komputasi yang disematkan memungkinkan chip ini untuk bereaksi seketika terhadap perubahan beban energi mendadak pada sistem operasional mesin.

Data akumulasi daya yang direkam sangat membantu teknisi dalam menjaga stabilitas arus listrik pada infrastruktur digital berkinerja tinggi.

Keith Pazul, Vice President Unit Bisnis Mixed-Signal Linear Microchip, menyoroti perubahan tren pengelolaan kelistrikan di kalangan manufaktur teknologi global.

baca juga

"Pembicaraan di industri ini saat ini bergeser dari sekadar mengukur daya pada satu titik waktu menjadi memahami dan merespons perilaku energi di seluruh sistem dan siklus hidupnya," tutur Keith Pazul.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran komponen baru ini akan mempermudah perancang teknologi dalam menyusun sistem bertenaga tinggi secara jauh lebih presisi.

"Seri PAC1761 dan PAC1861 dirancang untuk membantu pelanggan membuat sistem 48V yang berkinerja lebih baik dan lebih andal yang mampu mengukur kondisi seketika sekaligus memahami konsumsi serta ketersediaan energi dari waktu ke waktu," tambahnya.

Desain fisik komponen canggih ini juga dirancang sedemikian rupa guna mempercepat dan mempermudah proses perakitan sirkuit di pabrik manufaktur.

"Solusi hemat daya yang terukur ini mengurangi overhead pemantauan dan menyediakan opsi kemasan yang kompatibel secara pin (pin-compatible) untuk meningkatkan fleksibilitas sumber komponen sekaligus mengurangi risikodesain," pungkas Keith Pazul.

Dari sisi operasional, chip sistem daya 48V Microchip ini menawarkan aneka fitur peringatan dini yang bisa diprogram sesuai kebutuhan kapasitas tegangan.

Fitur pendeteksi batas langkah di dalamnya akan langsung bereaksi jika mendapati perubahan beban listrik, sehingga risiko korsleting bisa dihindari sejak dini.

Pengelola pusat data korporat juga sangat dimanjakan dengan hadirnya konfigurasi batas akumulasi energi melalui kontrol sistem komputer.

Penyesuaian ini menjamin efisiensi konsumsi listrik harian berjalan secara proaktif, berlandaskan data teknis jangka panjang yang sangat akurat.

Sektor industri yang menjadi sasaran utama perangkat pemantauan energi pintar ini mencakup lini perakitan kelistrikan otomotif hingga jaringan server internet komersial.

Lini produk seri PAC1761 mengusung arsitektur sistem 12-bit, sedangkan seri PAC1861 membawa chip pemrosesan 16-bit untuk akurasi data yang lebih tajam.

Kedua seri chip tersebut dicetak dalam bentuk kemasan VDFN-8, VDFN-10, serta MSOP-10, yang turut menyertakan varian spesifik untuk kendaraan bermotor.

Bentuk pin yang dirancang universal menjamin perusahaan perakit tidak perlu membongkar seluruh desain papan sirkuit jika ingin meningkatkan kemampuan sistem.

Alat Pengembangan

Microchip turut memfasilitasi kelancaran pengembangan peranti keras dan lunak bagi para insinyur kelistrikan melalui ekosistem yang terintegrasi.

Fasilitas pengembangan sistem tersebut meliputi ketersediaan papan evaluasi EV12R33A, antarmuka baris perintah berbasis bahasa Python, penggerak Linux, serta kode sampel bahasa C.

Chip kelistrikan pintar pada sistem daya 48V Microchip ini sudah dipasarkan secara resmi dengan banderol mulai dari 0,56 dolar AS per unit.

Skema harga tersebut berlaku untuk minimum pesanan partai besar sebanyak 10.000 chip, yang secara spesifik ditujukan bagi varian kemasan MSOP-10.

Bagi pihak pengembang yang membutuhkan papan uji coba, tipe EV12R33A ditawarkan dengan label harga 49,00 dolar AS.

Konsumen korporat dapat mengurus pemesanan barang secara langsung melalui portal laman Microchip maupun jalur jaringan distributor resmi mereka di seluruh belahan dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kolaborasi Microchip dan Marelli, Hadirkan Solusi Layar Otomotif Berstandar Terbuka

Kolaborasi Microchip dan Marelli, Hadirkan Solusi Layar Otomotif Berstandar Terbuka

Otomotif | Selasa, 08 September 2026 | 11:09 WIB

Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud

Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud

Tekno | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:56 WIB

Microchip: AI Generatif Mulai Bergeser dari Cloud ke Perangkat Edge

Microchip: AI Generatif Mulai Bergeser dari Cloud ke Perangkat Edge

Tekno | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02 WIB

Terkini

Anime Slow Living Berjudul Hirayasumi Ungkap Seiyuu Utama lewat Teaser Baru

Anime Slow Living Berjudul Hirayasumi Ungkap Seiyuu Utama lewat Teaser Baru

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:13 WIB

Perlindungan Anak di Kuansing Disorot Staf Presiden, Pemkab Ungkap Kendala

Perlindungan Anak di Kuansing Disorot Staf Presiden, Pemkab Ungkap Kendala

Riau | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:09 WIB

SMARTFREN 5G Fun Run Palembang, Ajak Lebih dari 1.000 Peserta Rasakan Serunya Olahraga Lari

SMARTFREN 5G Fun Run Palembang, Ajak Lebih dari 1.000 Peserta Rasakan Serunya Olahraga Lari

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:09 WIB

Stop Merasa Nggak Enakan! Ini Alasan Perempuan Wajib Berani Nego Gaji Saat 'Interview'

Stop Merasa Nggak Enakan! Ini Alasan Perempuan Wajib Berani Nego Gaji Saat 'Interview'

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:08 WIB

Blok M Segera Disulap Jadi Ruang Terpadu, Pasar Baru hingga Kota Tua Menyusul

Blok M Segera Disulap Jadi Ruang Terpadu, Pasar Baru hingga Kota Tua Menyusul

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:08 WIB

Kondisi Terkini Skuad Timnas Indonesia Jelang Hadapi Bangladesh, Ada yang Cedera?

Kondisi Terkini Skuad Timnas Indonesia Jelang Hadapi Bangladesh, Ada yang Cedera?

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:07 WIB

Kasus Besar yang Pernah Ditangani Komjen Suyudi Ario Seto: Air Keras Novel Baswedan, 2 Ton Sabu

Kasus Besar yang Pernah Ditangani Komjen Suyudi Ario Seto: Air Keras Novel Baswedan, 2 Ton Sabu

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:05 WIB

10 Sepatu Jalan untuk Fun Walk, Nyaman Dipakai Jalan Jauh

10 Sepatu Jalan untuk Fun Walk, Nyaman Dipakai Jalan Jauh

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:05 WIB

Beli Mobil Bekas Rp30-50 Jutaan? Ini Kerusakan yang Wajar dan yang Red Flag

Beli Mobil Bekas Rp30-50 Jutaan? Ini Kerusakan yang Wajar dan yang Red Flag

Otomotif | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:02 WIB

Tren Digital Dongkrak Transaksi Fesyen Lokal hingga 70%

Tren Digital Dongkrak Transaksi Fesyen Lokal hingga 70%

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:01 WIB

×