- Qualcomm meluncurkan chipset Snapdragon X2 Series untuk laptop dengan peningkatan performa kecerdasan buatan dan efisiensi daya.
- Chipset baru tersebut dibekali NPU berkemampuan 80 TOPS untuk mendukung penerapan teknologi Agentic AI langsung di perangkat.
- Ekosistem aplikasi Snapdragon PC telah diperluas hingga mencakup lebih dari 7.300 aplikasi kompatibel.
Suara.com - Laptop berbasis AI tak lagi hanya mengandalkan prosesor yang kencang. Kemampuan menjalankan AI langsung di perangkat, efisiensi daya, dan dukungan aplikasi juga menjadi bagian penting dalam persaingan PC generasi baru.
Qualcomm mengandalkan Snapdragon X2 Series untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Chipset ini diklaim mengalami peningkatan performa hingga 67 persen dibandingkan generasi sebelumnya, dengan konsumsi daya hingga 43 persen lebih rendah menurut klaim Qualcomm.
Peningkatan ini menjadi bagian dari strategi Qualcomm membawa pengalaman on-device AI dan Agentic AI ke lebih banyak perangkat PC.
Melalui pendekatan tersebut, pemrosesan AI dapat dilakukan langsung di perangkat, sehingga tidak selalu bergantung pada layanan cloud.
Di sisi AI, Snapdragon X2 Series dilengkapi neural processing unit (NPU) dengan kemampuan pemrosesan hingga 80 TOPS.
Qualcomm menyebut performa pemrosesan AI pada platform ini meningkat hingga 67 persen dibandingkan generasi sebelumnya.
Angka tersebut merujuk pada kemampuan pemrosesan AI, bukan berarti seluruh aplikasi atau pekerjaan di laptop otomatis berjalan 67 persen lebih cepat.
Qualcomm juga mencantumkan metrik peningkatan yang berbeda untuk kinerja CPU pada masing-masing varian X2.
NPU 80 TOPS Jadi Andalan AI di Laptop
NPU merupakan komponen khusus untuk menangani beban kerja AI. Kehadirannya memungkinkan sejumlah tugas berbasis kecerdasan buatan diproses langsung di PC tanpa harus selalu mengandalkan CPU atau GPU.
Dengan NPU 80 TOPS, Snapdragon X2 Series disiapkan untuk menjalankan berbagai pengalaman AI, termasuk aplikasi produktivitas dan asisten berbasis AI yang dapat membantu menyelesaikan beberapa tahapan pekerjaan.
Pendekatan ini berkaitan dengan konsep Agentic AI, yakni sistem AI yang tidak hanya merespons pertanyaan, tetapi juga dapat membantu menjalankan tugas berdasarkan konteks dan instruksi pengguna.
Meski demikian, kemampuan aktualnya tetap bergantung pada dukungan aplikasi, sistem operasi, serta fitur yang tersedia di setiap perangkat.
Qualcomm juga menyoroti peningkatan grafis melalui Adreno X2. Pengembangan ini diarahkan untuk meningkatkan pengalaman gaming, sekaligus mendukung kebutuhan kreator yang memerlukan kemampuan grafis dan pemrosesan lebih tinggi.