- Kementerian Komunikasi dan Digital menyelenggarakan Bali Tech Week 2026 di Bali Beach Convention Center pada 19–23 Oktober 2026.
- Ajang ini bertujuan mengatasi tantangan investasi teknologi nasional di tengah proyeksi nilai ekonomi digital Indonesia mencapai 99 miliar dolar AS pada 2025.
- Penyelenggaraan acara tersebut menghimpun 13 kegiatan teknologi untuk mempertemukan perusahaan rintisan, investor global, dan pembuat kebijakan guna memperkuat kemitraan.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah menjelaskan, penyatuan berbagai kegiatan tersebut bertujuan menghubungkan kebutuhan konektivitas dan infrastruktur dengan pengembangan pasar, pemanfaatan AI, kebijakan, serta investasi.
![Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid (tengah) dalam pembukaan Bali Tech Week 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/14/71298-menteri-komunikasi-dan-digital-menkomdigi-meutya-hafid-tengah.jpg)
Berdasarkan data panitia yang disampaikan Edwin, sebanyak 1.785 peserta telah terdaftar dan 1.762 di antaranya terkonfirmasi. Sebanyak 135 peserta berasal dari luar negeri, dengan keterwakilan lebih dari 30 negara, termasuk Amerika Serikat, China, Australia, dan India.
Komdigi juga menyiapkan business matchmaking, dialog kebijakan, dan pertemuan investor untuk membantu perusahaan menemukan mitra teknologi, calon pelanggan, serta sumber pendanaan yang relevan.
Bagi pelaku usaha teknologi, pertemuan semacam ini menjadi salah satu peluang untuk membawa diskusi di forum ke tahap yang lebih konkret, seperti penjajakan kerja sama komersial maupun investasi.
Pendanaan Startup Mulai Menunjukkan Sinyal Positif
Penyelenggaraan Bali Tech Week 2026 juga berlangsung di tengah pergerakan pendanaan startup Indonesia yang menunjukkan kenaikan dari sisi nilai investasi.
Berdasarkan kompilasi DS Group per 5 Oktober 2026, pendanaan startup yang diumumkan sepanjang tahun berjalan mencapai 392 juta dolar AS atau sekira Rp7,02 triliun. Angka tersebut melampaui total 358 juta dolar AS atau senilai Rp6,41 triliun sepanjang 2025 dalam seri data yang sama, atau naik sekitar 9,5 persen.
Meski demikian, nilai pendanaan yang meningkat belum berarti akses modal membaik bagi seluruh startup. Jumlah transaksi yang tercatat justru baru mencapai 24 sepanjang 2026 berjalan, dibandingkan 97 transaksi selama 2025.
Data tersebut memperlihatkan bahwa kenaikan nilai pendanaan perlu dibaca secara hati-hati.
Nilai investasi yang lebih besar belum tentu mencerminkan pemerataan akses modal, terutama bagi perusahaan rintisan yang masih membutuhkan pendanaan untuk mengembangkan produk dan memperluas pasar.
Dalam konteks ini, Bali Tech Week 2026 diharapkan dapat membuka lebih banyak jalur pertemuan antara startup, investor, dan mitra industri.
Namun, dampaknya terhadap investasi akan bergantung pada tindak lanjut setelah acara, bukan hanya jumlah peserta yang hadir.
Infrastruktur dan AI Jadi Bagian dari Taruhan
Selain pendanaan, pengembangan ekonomi digital juga membutuhkan infrastruktur yang mampu menopang pertumbuhan bisnis.
Konektivitas saja tidak cukup tanpa dukungan pusat data, komputasi, layanan cloud, dan pemanfaatan AI yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Direktur Network Telkom Indonesia, Budi Satria Dharma Purba menilai, penguatan infrastruktur digital perlu berjalan seiring dengan pengembangan teknologi yang dapat menjawab kebutuhan dunia usaha.
Telkom mendukung Bali Tech Week 2026 sebagai wadah kolaborasi pemerintah, industri, inovator, dan investor untuk memperkuat kapabilitas teknologi nasional serta membuka peluang kemitraan.
Sementara itu, Direktur Utama Telkomsel, Nugroho menyoroti, pentingnya memastikan manfaat teknologi, termasuk AI, dapat dirasakan oleh UMKM, industri, dan masyarakat.
Menurutnya, pengembangan ekosistem digital perlu didukung pengalaman pelanggan yang lebih baik, kolaborasi bisnis, dan solusi di luar konektivitas.
Dari sisi perusahaan teknologi, CEO GoTo, Hans Patuwo, juga menekankan pentingnya membangun ekosistem yang memberi manfaat bagi pelanggan, mitra pengemudi, dan mitra merchant, sekaligus menjaga fundamental bisnis tetap sehat.
Komdigi menempatkan inisiatif ini dalam tiga arah transformasi digital, yakni Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga.
![Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah dalam pembukaan Bali Tech Week 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/14/45072-direktur-jenderal-ekosistem-digital-komdigi-edwin-hidayat-abdullah.jpg)
Ketiganya mencakup perluasan jejaring global, penciptaan peluang bagi startup dan pelaku usaha lokal, serta penguatan ekosistem digital yang aman dan memiliki kepastian regulasi.
Pada akhirnya, tantangan Bali Tech Week 2026 bukan sekadar mendatangkan ribuan peserta ke Bali.
Ukuran yang lebih penting adalah apakah pertemuan tersebut menghasilkan investasi baru, kemitraan bisnis yang berjalan, serta peluang pertumbuhan bagi perusahaan teknologi Indonesia.