- Fitur E2EE WhatsApp amankan transmisi pesan dari ancaman penyadapan digital.
- Cadangan chat komputasi awan butuh aktivasi manual fitur E2EE WhatsApp.
- Kenali celah malware perangkat yang tidak terjangkau fitur E2EE WhatsApp.
Suara.com - Isu dugaan penyadapan ilegal yang menimpa Presiden RI Prabowo Subianto tengah menjadi buah bibir publik.
Skandal penyadapan komunikasi ini sontak memicu kekhawatiran masyarakat luas terkait privasi dan keamanan data pribadi saat bertukar pesan di ranah digital.
Di tengah maraknya ancaman peretasan dan pengintaian data, fitur End-to-End Encryption (E2EE) atau enkripsi ujung ke ujung pada aplikasi pesan instan seperti WhatsApp kembali menjadi sorotan.
Teknologi ini digadang-gadang sebagai benteng utama pelindung kerahasiaan percakapan.

Lantas, bagaimana sebenarnya cara mengaktifkan fitur E2EE WhatsApp, dan seberapa ampuh fungsinya menangkal intipan pihak ketiga? Berikut ulasan lengkapnya.
Secara sederhana, End-to-End Encryption (E2EE) adalah metode pengamanan data di mana informasi diacak (di-enkripsi) pada perangkat pengirim dan hanya bisa dibuka (di-dekripsi) di perangkat penerima.
Artinya, pesan teks, foto, video, rekaman suara, dokumen, hingga panggilan telepon dan video hanya dapat diakses oleh kedua pihak yang berkomunikasi.
Pihak ketiga, termasuk penyedia layanan internet (ISP), peretas jaringan, bahkan pihak WhatsApp dan server pusatnya sekalipun sama sekali tidak bisa membaca maupun mendengarkan isi percakapan tersebut.
Di balik layar, E2EE bekerja menggunakan sistem kriptografi rumit dengan dua kunci Utama, antara lain:
- Public Key: Kunci publik yang dikirim ke server pusat untuk memproses pengiriman data.
- Private Key: Kunci pribadi unik yang tersimpan rapat di perangkat pengguna untuk membuka pesan, PIN, maupun kata sandi.
Server WhatsApp hanya berfungsi sebagai perantara lalu lintas pesan.
Tanpa kunci privat yang hanya ada di ponsel Anda dan lawan bicara, pihak mana pun tidak bisa membongkar isi transmisi data.
![Ilustrasi WhatsApp. [Unsplash]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/27/95703-ilustrasi-whatsapp.jpg)
Apakah E2EE WhatsApp Harus Diaktifkan Manual?
Perlu diketahui, untuk percakapan pribadi sehari-hari, Anda tidak perlu mengaktifkan E2EE secara manual.
Sejak tahun 2016, WhatsApp telah menerapkan sistem enkripsi end-to-end secara otomatis (default) pada seluruh chat, panggilan, dan media menggunakan protokol Signal.
Namun, ada satu celah yang kerap luput dari perhatian pengguna, yakni cadangan pesan (chat backup) di Google Drive atau iCloud.
Cadangan data ini memerlukan aktivasi manual agar turut terenkripsi penuh dari ujung ke ujung.
Cara Mengaktifkan Enkripsi E2EE pada Cadangan Chat (Chat Backup)
Agar riwayat obrolan yang tersimpan di komputasi awan (cloud) tidak mudah diintip atau disusupi, ikuti Langkah langkah berikut:
- Buka aplikasi WhatsApp di ponsel Anda.
- Masuk ke menu Pengaturan/Setelan (ikon titik tiga di kanan atas untuk pengguna Android, atau menu di sudut kanan bawah untuk iPhone).
- Pilih menu Chat.
- Ketuk opsi Cadangan Chat (Chat Backup).
- Pilih Cadangan terenkripsi end-to-end (End-to-end Encrypted Backup).
- Ketuk Nyalakan (Turn On).
- Buat kata sandi keamanan (minimal 8 karakter kombinasi huruf, angka, dan simbol) atau buat kunci enkripsi perangkat.
- Ikuti petunjuk di layar hingga proses pencadangan selesai.
Pastikan Anda mengingat atau mencatat kata sandi tersebut. Pihak WhatsApp tidak dapat membantu memulihkan cadangan data jika kata sandi atau kunci enkripsi Anda hilang.
Cara Memverifikasi Chat Terenkripsi Aman dari Penyadapan
Untuk memastikan obrolan dengan kontak tertentu benar-benar terlindungi dan tidak disusupi pihak ketiga, Anda bisa melakukan verifikasi keamanan secara manual:
- Buka ruang obrolan dengan kontak yang dituju.
- Ketuk nama kontak di bagian atas untuk membuka layar info kontak.
- Pilih menu Enkripsi.
- Di layar akan muncul kode keamanan unik berupa kode QR dan deretan 60 digit angka.
Jika sedang berdekatan secara fisik, lakukan pemindaian kode QR di antara kedua ponsel. Jika jarak jauh, Anda bisa mencocokkan deretan 60 angka tersebut melalui saluran komunikasi lain.
Apabila kode cocok, tanda centang verifikasi akan muncul, menandakan sambungan komunikasi Anda bersih dari pengawasan pihak luar.
Tingkat Keamanan Fitur E2EE WhatsApp
Kendati memberikan perlindungan level tinggi terhadap upaya pengintaian jaringan dan manipulasi data transmisi, fitur E2EE tidak menjamin keamanan 100 persen dari segala bentuk pembobolan.
Ada beberapa hal yang tetap berada di luar jangkauan proteksi E2EE:
1. Perangkat Terinfeksi Malware/Spyware
E2EE hanya mengamankan data saat dalam proses perjalanan transmisi.
Jika perangkat pengirim atau penerima sudah tersusupi virus atau malware, peretas tetap dapat membaca data sebelum dienkripsi atau sesudah didekripsi di layar ponsel.
2. Jejak Metadata
Informasi tambahan seperti jam pengiriman pesan, lokasi, serta identitas nomor pengirim dan penerima (metadata) tetap dapat terpantau.
3. Komunikasi Akun WhatsApp Business
Percakapan dengan akun bisnis bisa saja diproses oleh pihak ketiga, sistem kecerdasan buatan (Meta AI), atau disimpan untuk kebutuhan pemasaran/iklan internal bisnis tersebut sesuai kebijakan privasi masing-masing.
Menerapkan enkripsi pada cadangan pesan serta rutin memverifikasi kode keamanan merupakan langkah preventif terbaik untuk mempertebal lapisan pertahanan privasi digital Anda di tengah maraknya ancaman intersepsi komunikasi modern.