Begini Sisi Gelap Panggung Stand Up Bagi Komika Perempuan

Yulita Futty | Dini Afrianti Efendi

Beda sikap dan respon dirasakan Sakdiyah sebagaistandup comedy perempuan, dari sisi penonton ia merasakan adanya diskriminasi.

Suara.com - Emansipasi memang masih digaungkan dimana-mana termasuk di Indonesia. Kampanye ini berefek positif, dengan masuknya perempuan ke berbagai lini bidang masyarakat, termasuk dalam dunia stand up comedy.

Sakdiyah Ma'ruf misalnya, salah satu stand up comedy-an perempuan yang namanya cukup dikenal di ranah internasional, karena sering membawa isu-isu feminisme dan mengangkat derajat perempuan. Jadi tidak heran mengapa nama Sakdiyah masuk dalam 100 perempuan inspiratif versi BBC.

Tidak selalu berjalan mulus, perempuan kelahiran Pekalongan, 11 Februari 1982 ini mengungkap sisi kelam untuk perempuan yang hidup dari panggung stand up comedy. Beda sikap dan respon dirasakan Sakdiyah sebagai stand up comedy perempuan, dari sisi penonton ia merasakan adanya diskriminasi.

Padahal jika ditelusuri lebih jauh, banyak stand up comedy perempuan yang menjuarai berbagai ajang kompetisi stand up. Tapi, dalam dukungan sangatlah kurang, dan eksistensinya sangat cepat meredup, alhasil para komika ini mengakalinya dengan lawakan yang cenderung seksi.

Video Editor: Fatikha Rizky Asteria N

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS