Suara.com - Kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di tengah guncangan kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) memantik perhatian publik.
Tak hanya meninjau fasilitas kesehatan dan menjamin biaya pengobatan korban, Gibran juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas nama pemerintah.
Namun, imbauannya agar orang tua membawakan bekal dari rumah untuk sementara waktu justru menuai respons beragam.
Sejumlah pengamat komunikasi menilai kehadiran Gibran menunjukkan sinyal pemerintah tidak lepas tangan di masa krisis.
Meski begitu, pakar politik juga menganggap aksi ini sebagai momentum yang dimanfaatkan untuk membangun positioning dan citra politiknya.
Para ahli menegaskan bahwa ketimbang sekadar perbaikan citra, pemerintah harus segera menghentikan sementara MBG untuk melakukan evaluasi total secara terukur.i Wantimpres mencapai sekitar Rp23,8 miliar per tahun yang bersumber dari APBN.
Creative/Video Editor: Aqilah/Rizal