Hamil di Usia Tua Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung Bawaan

Selasa, 27 Oktober 2015 | 21:27 WIB
Hamil di Usia Tua Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung Bawaan
Ilustrasi perempuan dan kesehatan jantung. [Shutterstock]

Suara.com - Penyakit jantung bawaan merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di anak-anak akibat bawaan. Setiap 4 juta kelahiran, dipastikan ada sekitar 40 ribu bayi yang mengidap penyakit ini.

Sayangnya tak semua penyakit jantung bawaan mudah dideteksi. Dokter spesialis jantung Siloam Heart Institute, Prof dr Ganesja Harimurti, SpJP menjelaskan bahwa 50 persen penyakit jantung bawaan tidak terdeteksi. Akibatnya tumbuh kembangnya menjadi terganggu sehingga memiliki keterbatasan dalam menjalani aktivitas tak seperti anak lain seusianya.

"Adanya kelainan pada jantung misalnya lubang pada jantung bisa meningkatkan aliran darah ke paru-paru hingga 10 kali lipat. Akibatnya anak menjadi sering batuk, demam, panas, hal ini bisa memicu pertumbuhannya, berat badan kurang," ujar Prof Ganesja pada temu media di Siloam Heart Institute, Jakarta, Selasa (27/10/2015).

Penyakit jantung bawaan sendiri disebabkan oleh kegagalan pembentukan struktur jantung pada fase awal perkembangan janin yang biasanya terjadi saat usia kehamilan 3 bulan pertama. Berbagai risiko bisa memicu kelainan ini salah satunya usia ibu saat melahirkan.

"Sebaiknya hamil tidak boleh terlalu tua misalnya 40 tahun keatas. Hal ini bisa memicu kelainan dalam pembentukan jantung. Paling bagus hamil dibawah usia 35 tahun," imbuh Prof Ganesja.

Selain faktor usia saat hamil, paparan sinar radiasi saat rontgen dan asap rokok juga bisa memicu timbulnya penyakit jantung bawaan pada anak.

"Banyak sekali perempuan yang tidak menyadari bahwa dirinya sedang hamil. Lalu dia melakukan rontgen dan akhirnya terpapar radiasi, hal ini juga memicu gangguan pembentukan jantung janin," sambungnya.

Berbagai virus seperti campak Jerman, Rubella dan Toksoplasma juga dapat meningkatkan risiko ini. Oleh karena itu, Prof Ganesja mengingatkan agar para bumil selalu memperhatikan kondisi janin dan dirinya.

"Hindari faktor risikonya dan lakukan deteksi dini dengan pemeriksaan USG untuk melihat perkembangan janin termasuk melihat ada tidaknya kelainan pada jantung," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI