Menjaga Jendela Hati untuk Akhirat, Begini Kata Buya Yahya

Suara Bandung Suara.Com
Minggu, 18 September 2022 | 12:37 WIB
Menjaga Jendela Hati untuk Akhirat, Begini Kata Buya Yahya
Buya Yahya (YouTube Al-Bahjah TV)

SuaraBandung.id - Manusia terkadang lupa akan akhirat dan terbawa pada gemerlapnya dunia. Hal itu menjadi contoh yang harus dihindari dalam kehidupan sehari-hari.

Menghindari gemerlapnya dunia itu dapat dilakukan jika hati terjaga. Buya Yahya menerangkan hal itu dalam ceramahnya, dilansir dari video kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 15 September 2022.

Buya Yahya mengatakan, hal yang harus dilakukan agar hati kita terjaga yakni dengan cara menjaga jendela hati.

"jendela hati ada 2, telinga dan mata", kata Buya Yahya.

Ia pun menjelaskan pentingnya menjaga jendela hati itu.

"kalau pandangan kita tidak kita filter, yang kita dengar pun tak kita pilah, maka yang kita lihat dari hal yang tidak baik akan masuk kedalam hati dan akan mengotori hati kita. Begitu juga yang kita dengar, maka akan rusak kalau jendelanya tidak kita jaga." Buya Yahya menjelaskan.

Buya Yahya mengatakan bahwa pendengaran dan penglihatan hanya boleh digunakan apabila hal itu berguna untuk kehidupan akhirat.

"apa yang berguna untuk kehidupan kita di akhirat? maka dia akan menjadikan pendengarannya untuk sesuatu yang berguna, melihat sesuatu yang berguna. jadi kita menjaga mata kita, tidak boleh mendengar kecuali itu berguna, Jelas Buya Yahya.

"Kalau tiba-tiba mendengar, ya kita tepis. tidak boleh mengikuti yang demikian." lanjut Buya Yahya.

Baca Juga: Bagi Dokter yang Meninggalkan Salat Karena Sedang Melakukan Operasi, Begini Kata Buya Yahya

Buya Yahya pun mengatakan bahwa sifat dengki, benci, dan sebagainya diakibatkan karena seseorang hubbud dunya yakni gampang terkagum-kagum melihat duniawi.

"wah ini mobilnya bagus, rumah megah, dan lain sebagainya. Tetap saja dia akan terhinakan," kata Buya Yahya.

"Karena pandangannya adalah penghargaan untuk dunia tersebut," sambungnya.


Buya Yahya menyampaikan bahwa untuk menghindari itu semua maka kita harus menguatkan keyakinan tentang akherat, sehingga seseorang ketika diberikan kekayaan oleh Allah itu biasa baginya. Kekayaan tidak dijadikan sebagai kekuatan.

Buya Yahya kemudian mengatakan, bahwa apabila kekayaan digunakan sebagai kekuatan maka akan muncul orang yang dengan kekayaannya berbuat sewenang-wenang. Bahkan berbuat apa saja melanggar Allah, demikian juga dengan jabatan jika dijadikan sebagai kekuatan.

Hal itu karena orang yang menjadikan kekayaan dan jabatan sebagai kekuatan adalah orang yang tidak kenal Allah. Karunia yang Allah berikan tidak digunakan untuk kebaikan, tetapi digunakan untuk sesuatu yang tidak baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI