SuaraBandung.id - Seorang jamaah bertanya kepada Buya Yahya tentang hukum mempelajari ilmu tenaga dalam, ilmu pukulan jarak jauh, ataupun ilmu kebal.
Buya Yahya pun menjawab pertanyaan itu, Buya Yahya mengatakan bahwa yang perlu dicermati dalam hal itu adalah cara belajarnya.
"kalau orang membaca doa agar dia nanti bisa berperang berjaya, sah-sah saja, biarpun umumnya kalau zaman dulu orang bertempur di medan laga karena ingin mati syahid," Buya Yahya menjelaskan.
Buya Yahya kemudian menceritakan kisah tentang seseorang yang datang kepada rasulullah karena ingin mati syahid.
"suatu saat ada orang berkata: ya rasulullah aku ingin mati syahid, (rasulullah menjawab) berperanglah kau, perang di paling depan, enggak mati datang lagi ke nabi ya rasulullah aku belum mati, perang lagi ke depan, paling ganas, datang lagi dia belum mati, perang lagi depan, sampe balik, nabi tersenyum, kalau belum waktunya mati kau tidak akan mati," Buya Yahya menceritakan kisah itu.
"nggak pake ilmu kebal dia, kami sampaikan kepada siapapun, kalau sudah waktunya mati, akan mati, alangkah indahnya, sekarang kita mau naik pangkat, jika ingin mengamalkan sesuatu, karena Allah, istimewa, karena Allah," Tambah Buya Yahya.
Buya Yahya pun mengatakan agar melakukan ibadah hanya karena Allah.
"Melakukan salat karena Allah, berpuasa karena Allah, lupakanlah ilmu kebal dan sebagainya, lupakanlah itu semua, kita ingin mengamalkan amalan karena Allah, kalau ternyata buah daripada amal ini menjadi kebal, ya beda, kembali yang ditanyakan, caranya seperti apa," Buya Yahya menjelaskan.
Buya Yahya lalu menerangkan bahwa seseorang boleh saja melakukan amalan yang diberikan oleh gurunya, misalnya melakukan puasa dan membaca doa dengan meniatkan agar Allah memberikan kekuatan. Hal itu menurut Buya Yahya termasuk semacam tawasul dengan amal shaleh dan membaca Al-Quran.
"mengambil keberkahan Al-Quran biar bisa begini begini karena dia serius, dia baca dengan benar, lalu dia meyakini, sah, bisa saja ini terjadi," Buya Yahya mengungkapkan.
Buya Yahya mengungkapkan bahwa saat ini amalan puasa beberapa hari dengan harapan supaya diberikan kekuatan oleh Allah itu adalah hal yang diperbolehkan, tetapi jauh lebih bagus jika berpuasa hanya karena Allah.
"tapi jauh lebih bagus adalah puasa saja karena Allah semoga Allah berikan yang terbaik kepadamu dan beri keselamatan, selesai," kata Buya Yahya.
Buya Yahya pun menegaskan bahwa ia tidak dapat menjelaskan tentang ilmu semacam pukulan jarak jauh ataupun ilmu kebal, tetapi ia mengatakan bahwa kalau memang yang dipukul adalah lawan yang merupakan musuh Allah dalam peperangan maka hal itu adalah sah jika diperoleh dengan cara yang benar," Buya Yahya Mengungkapkan.
"sebab inget koidahnya sederhana, tujuan sebaik apapun jika diraih dengan cara yang tidak baik, nggak akan ada nilainya di hadapan Allah," Buya Yahya menegaskan.
Buya Yahya menjelaskan tentang hukum mempelajari ilmu tenaga dalam itu dalam satu program dakwahnya, dilansir dari video dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 10 Februari 2022.