SuaraBandung.id - Buya Yahya mengatakan bahwa para murabbi dan para ahli tarbiyah di dalam sejarah tampak sekali ketulusannya.
Bahkan, para murabbi itu menghindari kemasyhuran pada masa mereka. Mereka justru masyhur setelah melewati masa itu.
Para murabbi itu mengetahui bahwa kemasyhuran itu adalah fitnah, baik untuk dirinya maupun keluarganya.
Buya Yahya juga memberikan contoh para murabbi yang mengajarkan ilmu kepada masyarakat di kampung-kampung.
"Kalau kita tahu di kampung-kampung bagaimana yang menjadikan masyarakat di suatu kampung baik semuanya, lihat bagaimana mereka kenal salat tahajud, semuanya ini ternyada adalah seorang guru yang sederhana, nggak ada gambarnya di youtube satu pun ngga ada, bahkan mungkin nggak kenal facebook dia," Buya Yahya mengungkapkan.
Buya Yahya kemudian menyampaikan bahwa ketulusan dari para murabbi itu yang menjadikan seorang murabbi mudah diikuti oleh siapapun.
"Kalimatnya mudah dipahami, mudah diamalkan, mudah ditiru karena ketulusan," Buya Yahya menambahkan.
Buya Yahya juga mengatakan bahwa sebagai manusia boleh mengikuti perkembangan zaman, akan tetapi seorang murabbi harus menyadari bahwasanya apa yang diucapkan kitu hendaknya berangkat dari hati.
"bahwasanya ucapkan yang kita ucapkan itu hendaknya berangkat dari hati, sehingga tugas kita setiap saat mengasah hati, ketulusan dalam berbuat baik," Buya Yahya mengungkapkan.
Baca Juga: Ketika Allah Ingin Menunjukkan Tingkatan Seseorang di Hadapan Malaikat, Ini Kata Buya Yahya
Buya Yahya menjelaskan tentang ketulusan para murabbi itu dalam sebuah program dakwahnya, dilansir dari video dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 24 November 2021.