Bolehkah Orang Tua Mengarahkan Anaknya untuk Belajar Menari? Ini Kata Buya Yahya

Suara Bandung Suara.Com
Kamis, 22 September 2022 | 07:25 WIB
Bolehkah Orang Tua Mengarahkan Anaknya untuk Belajar Menari? Ini Kata Buya Yahya
Buya Yahya. [YouTube] (YouTube)

SuaraBandung.id - Buya Yahya menjawab dua pertanyaan dari seorang jamaah, pertanyaan pertama yaitu tentang anak yang tidak menjalankan ibadah setelah ibunya meninggal, padahal orang tuanya selama masih hidup sudah mengajarkan beribadah.

Jamaah itu bertanya apakah dosa anak akan sampai ke orang tuanya yang sudah meninggal. Kemudian pertanyaan kedua yaitu bagaimana jika orang tua yang masih hidup mengarahkan anaknya kepada seni tari.

Buya Yahya kemudian menjawab pertanyaan itu, ia mengatakan bahwa anak yang sudah dididik oleh orang tua dan kemudian ia keluar dari jalur didikan setelah orang tuanya meninggal maka orang tuanya tidak berdosa.

"seperti nabi Nuh mengarahkan anaknya, ternyata kok masih ada anaknya yang belok keluar dari jalur kebenaran, asal kita sudah berusaha semaksimal mungkin, maka nggak akan ada dosa itu ditumpangkan kepada orang tuanya, nggak ada," Buya Yahya mengungkapkan.

Buya Yahya juga menjawab pertanyaan kedua tentang anak yang diajari tari.

"pertanyaan kedua diajari tari, perempuan, anaknya perempuan, anak gadis dia, tari-tari depan orang maka orang tua meninggal dunia dapat dosa tari tadi," Buya Yahya mengungkapkan.

Buya Yahya mengatakan bahwa orang tua harus mendidik dengan benar, mengarahkan agar anak menjalankan salat, menjauhi keharaman, serta orang tua berusaha semaksimal mungin dalam mendidik. Itu karena apabila orang tua meninggal dan kemudian sang anak melakukan kemaksiatan maka dosanya tidak sampai kepada orangtua," Buya Yahya menjelaskan.

Buya Yahya juga menjelaskan tari-tarian yang diperbolehkan yakni tari-tarian seorang laki-laki berupa tari tradisional yang menunjukkan semacam olahraga, kemudian tari perang, dan sebagainya.

Buya Yahya juga mengatakan bahwa untuk seorang wanita diperbolehkan menari hanya di depan suaminya saja, ataupun jika menari di depan wanita lain maka diperbolehkan.

Baca Juga: Apakah Malaikat akan Mati pada Hari Kiamat? Ini Kata Buya Yahya

Adapun kaum pria, boleh menari sebagaimana baginda nabi Muhammad SAW.

"menari gaya-gaya ke wibawa, seperti baginda nabi waktu itu melihat hari raya di Madinah, melihat orang-orang habasyah itu membuat tari-tarian, tari apa namanya tari tradisional, sa'biyah itu, tari tradisional, menunjukkannya adalah seperti gaya perang dan sebagainya gaya-gaya itu sah-sah saja," Buya Yahya mengatakan.

Buya Yahya menjelaskan tentang anak yang belajar menari itu dalam satu program dakwahnya, dilansir dari video dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV, yang diunggah pada 20 September 2022.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI