SuaraBandung.id - Buya Yahya menjawab dua pertanyaan dari seorang jamaah, pertanyaan pertama yaitu tentang anak yang tidak menjalankan ibadah setelah ibunya meninggal, padahal orang tuanya selama masih hidup sudah mengajarkan beribadah.
Jamaah itu bertanya apakah dosa anak akan sampai ke orang tuanya yang sudah meninggal. Kemudian pertanyaan kedua yaitu bagaimana jika orang tua yang masih hidup mengarahkan anaknya kepada seni tari.
Buya Yahya kemudian menjawab pertanyaan itu, ia mengatakan bahwa anak yang sudah dididik oleh orang tua dan kemudian ia keluar dari jalur didikan setelah orang tuanya meninggal maka orang tuanya tidak berdosa.
"seperti nabi Nuh mengarahkan anaknya, ternyata kok masih ada anaknya yang belok keluar dari jalur kebenaran, asal kita sudah berusaha semaksimal mungkin, maka nggak akan ada dosa itu ditumpangkan kepada orang tuanya, nggak ada," Buya Yahya mengungkapkan.
Buya Yahya juga menjawab pertanyaan kedua tentang anak yang diajari tari.
"pertanyaan kedua diajari tari, perempuan, anaknya perempuan, anak gadis dia, tari-tari depan orang maka orang tua meninggal dunia dapat dosa tari tadi," Buya Yahya mengungkapkan.
Buya Yahya mengatakan bahwa orang tua harus mendidik dengan benar, mengarahkan agar anak menjalankan salat, menjauhi keharaman, serta orang tua berusaha semaksimal mungin dalam mendidik. Itu karena apabila orang tua meninggal dan kemudian sang anak melakukan kemaksiatan maka dosanya tidak sampai kepada orangtua," Buya Yahya menjelaskan.
Buya Yahya juga menjelaskan tari-tarian yang diperbolehkan yakni tari-tarian seorang laki-laki berupa tari tradisional yang menunjukkan semacam olahraga, kemudian tari perang, dan sebagainya.
Buya Yahya juga mengatakan bahwa untuk seorang wanita diperbolehkan menari hanya di depan suaminya saja, ataupun jika menari di depan wanita lain maka diperbolehkan.
Baca Juga: Apakah Malaikat akan Mati pada Hari Kiamat? Ini Kata Buya Yahya
Adapun kaum pria, boleh menari sebagaimana baginda nabi Muhammad SAW.
"menari gaya-gaya ke wibawa, seperti baginda nabi waktu itu melihat hari raya di Madinah, melihat orang-orang habasyah itu membuat tari-tarian, tari apa namanya tari tradisional, sa'biyah itu, tari tradisional, menunjukkannya adalah seperti gaya perang dan sebagainya gaya-gaya itu sah-sah saja," Buya Yahya mengatakan.
Buya Yahya menjelaskan tentang anak yang belajar menari itu dalam satu program dakwahnya, dilansir dari video dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV, yang diunggah pada 20 September 2022.