SuaraBandung.id - Ada cerita yang mengejutkan sebelum Bharada E menembak Brigadir J di Duren Tiga pada Jumat, (8/7/2022).
Ketika itu Bharada E mengaku sangat gelisah tentang apa yang akan terjadi. Kegelisahan Bharada E ini sangat dirasakan ketika perjalanan dari Saguling III menuju Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Di Duren Tiga ini lah Bharada E menjalankan semua perintah Ferdy Sambo, yakni menembak Brigadir J.
Richard Eliezer atau Bharada E buka-bukaan pada kuasa hukumnya, Ronny Talapessy.
Bharada E mengatakan ada ketidakpercayaan jika dirinya harus menembak Brigadir J di Duren Tiga.
Ronny Talapessy mengatakan, sebelum mengeksekusi Brigadir J, Bharada E sempat masuk toilet untuk berdoa.
Tahu rencana pembunuhan
![Kolase tersangka pembunuh Brigadir J, Bharada E. Disebutkan Mika saat ini Bharada E dalam bahada. [Instagram @kadivpropam/ist]](https://media.suara.com/suara-partners/bandung/thumbs/1200x675/2022/09/13/1-kolase-tersangka-pembunuh-brigadir-j-bharada-e-disebutkan-mika-saat-ini-bharada-e-dalam-bahada.png)
Bharada E melalui Ronny Talapessy mengaku, jika dirinya sudah mengetahui adanya rencana menembak Brigadir J sejak dari Saguling III, Jakarta Selatan.
Kepada Ronny Talapessy, Bharada E mengaku telah mengetahui rencana penembakan Brigadir J.
Hal itu diketahui Bharada E sejak di rumah Ferdy Sambo, Jalan Saguling III, Jakarta Selatan.
Setelah mendapat perintah menembak dari Ferdy Sambo, Bharada E mengaku sempat berdoa.
Ronny Talapessy menjelaskan semua dilakukan saat kliennya mengetahui rencana penembakan Brigadir J.
Bharada E saat itu pergi ke toilet dan berdoa sebelum berangkat ke rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga.
Saat itu, Bharada E dipanggil ke lantai tiga rumah Saguling. Di sana dia disuruh menembak Brigadir J.
"Bharada E (tersangka penembak Brigadir J) dipanggil ke lantai tiga oleh Bripka RR (Ricky Rizal)," kata Ronny Talapessy menjelaskan.