SuaraBandung.id - Buya Yahya pernah menjelaskan dalam satu ceramahnya bahwa sifat tamak akan menjadikan seseorang tidak pernah merasa puas.
Dilansir SuaraBandung.id dari video short dalah kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 1 Desember 2021, berikut ulasannya.
Buya Yahya mengatakan bahwa ada orang yang diuji dengan kenikmatan. Orang tersebut diberikan kenikmatan oleh Allah, namun mereka tidak pernah bersyukur.
"kepada orang yang masya Allah, diuji oleh Allah dengan segala kenikmatan. Nggak pernah dia mensyukuri, nggak pernah dia. Apa yang terjadi pada orang tersebut karena dia tidak bisa bersyukur, yang ada adalah tamak," kata Buya Yahya.
Buya Yahya kemudian mengatakan bahwa syukur adalah merasa puas dengan apa yang Allah berikan. Sedangkan, orang yang tamak adalah orang yang selalu rakus.
"Karena syukur tuh puas dengan apa yang Allah berikan, sementara kebalikan daripada orang yang bersyukur adalah orang yang punya sifat rakus, tamak. Dia tidak akan puas dengan apapun yang Allah berikan," ungkap Buya Yahya.
Buya Yahya lalu menggambarkan sifat orang yang tamak sebagaimana yang digambarkan oleh nabi.
"Seperti digambarkan nabi, orang tamak tuh lihat, dikasih satu lembah emas, dia minta lembah yang kedua, dikasih lembah yang kedua minta lembah yang ketiga, sampai bagaimana, sampai mulutnya makan tanah baru dia diam. Karena dasar hati yang kotor seperti itu," ungkap Buya Yahya.
Buya Yahya juga mengingatkan bahwa orang yang tidak pernah bersyukur akan memiliki hati yang kotor sehingga tidak dapat melihat karunia Allah.
Baca Juga: Terlihat Sombong Padahal Tawadhu, Buya Yahya Ungkap Kunci Membersihkan Hati
"Dari mana munculnya hati semacam itu, hati orang yang tidak pernah bersyukur. Maka pastikan setelah ini kita harus bersyukur, pandailah kita melihat, merasakan karunia Allah yang amat banyak" ungkap Buya Yahya.
Buya Yahya kemudian menegaskan bahwa setiap manusia harus optimis untuk dapat melihat nikmat Allah.
"Semua dari kita ini, lihat. Ini karunia ini. Jangan berkata tidak bisa, ndak ada yang terlihat. Kalau nggak ada yang terlihat nikmat Allah pada kita maka kebutaan hati dan mata kita," pungkas Buya Yahya.