Kemenkes Bangun 66 RS Tipe C di Daerah Terpencil, Apa Saja Fasilitas Canggihnya?

Erick Tanjung | Lilis Varwati | Suara.com

Jum'at, 06 Februari 2026 | 10:46 WIB
Kemenkes Bangun 66 RS Tipe C di Daerah Terpencil, Apa Saja Fasilitas Canggihnya?
Direktur Jenderal (Dirjen) Pelayanan Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya. [Suara.com/Lilis]
  • Kemenkes bangun 66 rumah sakit tipe madya di daerah terpencil dan perbatasan.
  • Rumah sakit tersebut mampu menangani 80 persen penyakit masyarakat tanpa rujukan jauh.
  • Pembangunan tersebar di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua untuk pemerataan kesehatan.

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan pemerataan layanan kesehatan rujukan dengan membangun 66 rumah sakit tipe madya atau setara tipe C di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan atau DTPK. Dengan kualifikasi tersebut, rumah sakit ini diproyeksikan mampu menangani hingga 80 persen jenis penyakit yang umum diderita masyarakat.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya, menyatakan bahwa pembangunan puluhan rumah sakit ini menyasar wilayah-wilayah yang selama ini belum memiliki fasilitas kesehatan rujukan setara tipe C.

“Kami mendapat tugas membangun 66 rumah sakit di daerah DTPK, yaitu daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan,” ujar Azhar dalam konferensi pers di Gedung Kemenkes, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Sebaran pembangunan mencakup 12 kabupaten/kota di Pulau Sumatra, tiga kabupaten di Kalimantan, empat kabupaten di Nusa Tenggara, 13 kabupaten di Sulawesi, 10 kabupaten di Maluku, serta 24 kabupaten di Papua. Azhar menyebut progres pembangunan saat ini bervariasi.

“Beberapa sudah selesai 100 persen. Untuk yang progresnya 91 persen, diperkirakan rampung pada Februari 2026. Sementara proyek yang masih di bawah 80 persen ditargetkan selesai pada triwulan pertama atau sekitar bulan Maret mendatang,” jelasnya.

Azhar menekankan bahwa fasilitas yang dibangun merupakan rumah sakit rujukan standar tipe C, bukan sekadar pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) berskala besar. Rata-rata rumah sakit tersebut dibangun setinggi tiga lantai dengan kapasitas lengkap, mulai dari lobi, ruang rawat jalan, rawat inap, ruang operasi, ruang cathlab, hingga ruang hemodialisis (cuci darah).

“Ini benar-benar rumah sakit rujukan. Kami ingin sebagian besar persoalan kesehatan di daerah dapat ditangani tanpa harus mengirim pasien ke kota besar atau ke Pulau Jawa,” tegas Azhar.

Lebih lanjut, Azhar mengklaim keberadaan rumah sakit tipe madya ini akan memangkas rantai rujukan berlapis yang selama ini membebani pasien dan keluarganya.

“Kami berharap 80 persen kasus penyakit di masyarakat, termasuk jantung, stroke, kanker, urologi, saraf, serta ibu dan anak, dapat diselesaikan di rumah sakit ini. Pasien tidak perlu lagi dirujuk jauh hingga ke Pulau Jawa,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkes Minta Jangan Lagi Ributkan BPJS PBI: RS Harus Tetap Layani Pasien

Kemenkes Minta Jangan Lagi Ributkan BPJS PBI: RS Harus Tetap Layani Pasien

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 18:16 WIB

Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi

Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi

Health | Rabu, 04 Februari 2026 | 08:39 WIB

Industri Kesehatan 2026: Ketika Kualitas Jadi Satu-Satunya Alasan Pasien Untuk Bertahan

Industri Kesehatan 2026: Ketika Kualitas Jadi Satu-Satunya Alasan Pasien Untuk Bertahan

News | Senin, 02 Februari 2026 | 07:49 WIB

Terkini

Kenaikan Suhu Bumi Melonjak 75 Persen, Sinyal Bahaya atau Fluktuasi Jangka Pendek?

Kenaikan Suhu Bumi Melonjak 75 Persen, Sinyal Bahaya atau Fluktuasi Jangka Pendek?

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:22 WIB

Perisai Davids Sling Israel Gagal Tangkis Rudal Kiamat Iran, 2 Kota Zionis Hancur Lebur

Perisai Davids Sling Israel Gagal Tangkis Rudal Kiamat Iran, 2 Kota Zionis Hancur Lebur

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 09:47 WIB

Israel Makin Hancur dan Mossad Gagal Total, Benjamin Netanyahu Stress

Israel Makin Hancur dan Mossad Gagal Total, Benjamin Netanyahu Stress

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 09:26 WIB

Roket Bombardir Israel, Unit Khusus ZAKA 360 Konfirmasi Ada Zionis Tewas

Roket Bombardir Israel, Unit Khusus ZAKA 360 Konfirmasi Ada Zionis Tewas

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 09:17 WIB

Video Baru Benjamin Netanyahu Muncul Lagi, Dicurigai Gambar Lama karena Sudah Meninggal Dunia

Video Baru Benjamin Netanyahu Muncul Lagi, Dicurigai Gambar Lama karena Sudah Meninggal Dunia

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 09:07 WIB

Baru Diresmikan, Taman Bendera Pusaka di Jaksel Sudah Dipenuhi Sampah Berserakan

Baru Diresmikan, Taman Bendera Pusaka di Jaksel Sudah Dipenuhi Sampah Berserakan

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 08:45 WIB

Asal Usul Viral Ejekan You're Fired, Cara Jenderal Iran Merendahkan Donald Trump Selama Perang

Asal Usul Viral Ejekan You're Fired, Cara Jenderal Iran Merendahkan Donald Trump Selama Perang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 08:33 WIB

Serangan Rudal Kiamat Iran Bikin Yerusalem Rusak Parah, Warga Israel Terluka

Serangan Rudal Kiamat Iran Bikin Yerusalem Rusak Parah, Warga Israel Terluka

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 08:25 WIB

Turki Usulkan Gencatan Senjata Sementara di Timur Tengah, Dorong Negosiasi Damai

Turki Usulkan Gencatan Senjata Sementara di Timur Tengah, Dorong Negosiasi Damai

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 08:00 WIB

Pramono Anung Resmi Terapkan WFA ASN Usai Lebaran, Presensi Daring Wajib Tanpa Bolos

Pramono Anung Resmi Terapkan WFA ASN Usai Lebaran, Presensi Daring Wajib Tanpa Bolos

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 07:51 WIB