SuaraBandung.id - Terkadang kita menceritakan perbuatan kita di masa lalu kepada orang di sekitar kita, baik itu teman dekat ataupun keluarga.
Namun, apabila perbuatan di masa lalu itu adalah perbuatan maksiat ataupun perbuatan yang tidak baik, maka perbuatan itu hendaknya tidak kita ceritakan kepada siapapun.
Sebagaimana yang diungkapkan oleh Gus Baha dalam satu dakwahnya, apabila seseorang menceritakan maksiatnya kepada orang lain, maka orang itu tidak akan diampuni oleh Allah.
Dilansir SuaraBandung.id dari video dalam kanal TikTok @ngaji_gusbaha, berikut ulasannya.
Gus Baha menyampaikan satu hadits nabi yang merupakan hadits shahih.
Hadits itu menyebutkan bahwa semua umat nabi akan diampuni oleh Allah, kecuali orang yang menceritakan ataupun memperlihatkan maksiatnya.
Gus Baha lalu memberikan contoh orang yang tidak diampuni Allah, yaitu semisal orang yang melakukan zina di tempat umum dan orang yang mencuri secara terang-terangan.
Contoh berikutnya yaitu orang yang telah melakukan zina kemudian menceritakan perbuatannya, dan orang yang telah mencuri kemudian menceritakan perbuatannya.
Setelah itu, Gus Baha menyampaikan satu contoh lagi, yaitu orang yang pernah melakukan maksiat dan maksiatnya ditutupi oleh Allah, tetapi kemudian orang itu malah menceritakan maksiat kepada orang lain.
Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat Ungkap Rumus Sederhana untuk Lebih Dekat kepada Allah, Berikut Penjelasannya