"Iman itu harus sampai, harus ada rasanya, lha rasa ini dimulai dari nyaman dengan tuhan," kata Gus Baha.
"Jadi gampangane (sederhananya) ora maksiat (tidak maksiat) iku mergo sungkan pangeran (itu karena sungkan dengan tuhan) bukan karena takut neraka," pungkas Gus Baha.