SuaraBandung.id - Perceraian adalah satu hal yang tidak disukai oleh Allah. Perceraian berarti terputusnya hubungan antara suami dan istri.
Meskipun perceraian tidak dilarang oleh aturan ataupun undang-undang di Indonesia, namun perceraian tetap harus diselesaikan secara baik-baik.
Masalah perceraian itu pernah dibahas oleh Gus Baha dalam satu ceramahnya.
Gus Baha mengungkapkan bahwa mahar yang telah diberikan oleh seorang laki-laki kepada seorang perempuan tidak boleh diambil kembali saat terjadi perceraian.
Dilansir SuaraBandung.id dari video short dalam kanal YouTube Khairaz Zaadit Taqwa yang diunggah pada 20 Oktober 2022, berikut ulasannya.
"Coba 'wain aradtumu istibdala zawjin makana zawjin waataytum ihdahunna qintaran fala takhuthoo minhu shayan', jika kamu nikah sama seorang perempuan, kemudian kamu cerai, maka mahar yang sudah kamu berikan jangan ambil lagi," ungkap Gus Baha.
Gus Baha lalu menjelaskan bahwa ayat yang telah ia sebutkan tadi berkaitan dengan keadaan orang-orang Arab dalam melaksanakan pernikahan.
"Karena mahar di Arab itu mahal, 100 juta, kadang mobil Alphard, kadang GMC, sehingga setelah menceraikan itu kebayang narik, kok enak dulu saya memberikan itu karena dapat service nya, sekarang udah cerai, saya narik," jelas Gus Baha.
Gus Baha kemudian mengungkapkan keadaan di Indonesia yang berbeda dengan di Arab.
Baca Juga: Sabet Piala Aktris Utama Terbaik Genre Komedi Festival FWI 2022, Marshanda Banjir Ucapan Selamat
"Kalau mahar di Indonesia kan seperangkat alat salat, jadi nggak kebayang ada kalimat 'jangan ambil lagi', kebayang ngambil aja enggak," ungkap Gus Baha.
"Apalagi kalau nikahnya sudah dua tahun kan sudah lusuh, sudah, tapi kalau di Arab itu kebayang, karena mahal," tambah Gus Baha.
Setelah itu, Gus Baha menyampaikan satu gurauan dan kemudian menegaskan bahwa bahasa yang ada dalam firman Allah tentang mahar itu memiliki arti harta yang tak ternilai.
"Makanya orang Arab suka nikah orang Indonesia karena murah, jadi bahasa qintaran itu harta yang nggak ternilai, waataytum ihdahunna qintaran," pungkas Gus Baha.