SuaraBandung.id - Mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi memiliki kisah unik saat menghadiri sidang ketiga perceraiannya bersama sang istri Anne Ratna Mustika. Kisah unik ini Dedi Mulyadi bagikan di kanal Youtubenya pada Minggu (30/10/2022).
Kang Dedi, sapaan akrab dari masyarakat Purwakarta menceritakan jika saat sidang perceraiannya ia tidak menggunakan ikat kepala yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Ikat kepala yang menjadi ciri khas dari Kang Dedi Mulyadi ini telah ia pakai sejak mulai menjabat sebagai Wakil Bupati Purwakarta.
Dalam Youtubenya, Dedi Mulyadi menjelaskan jika ia sengaja tidak menggunakan ikat kepala tersebut karena suatu alasan.
“Kenapa saya tidak menggunakan iket kepala saat menghadiri persidangan, karena bagi saya tempat itu bukan lagi tempat yang melambangkan kehormatan” kata Dedi Mulyadi.
“Iketan kepala digunakan untuk fokus dan sebagai lambang kehormatan dan lambang kepemimpinan” kata Dedi Mulyadi.
Ia menambahkan jika saat ia datang ke persidangan, Dedi Mulyadi merasa sudah tidak memiliki kemaskulinitas yang menjadi arti dari iket kepala tersebut, dan juga saat ini ia mengaku bahwa hidupnya sudah tidak ada lagi mahkota.
Dedi Mulyadi menjelaskan jika ciri khas iket kepala yang ia gunakan selalu menjadi bahan perbincangan masyarakat. Banyak penilaian negatif yang ia terima, muali dari dibilang kafir hingga melanggar tata etika birokrasi.
Namun Dedi Mulyadi mengaku selalu tidak peduli dengan omongan tersebut, dan ia hanya berniat untuk mengenalkan ciri khas budaya Sunda kepada khalayak banyak.
Baca Juga: Kuasa Hukum Lukas Enembe Sebut Kehadiran KPK Ditunggu di Papua
Dan hingga kini, Dedi Mulyadi menyebutkan jika akibat perbuatannya yang sering memakai ikat, ikat kepala tersebut menjadi trend di kalangan pejabat sunda.
“Iket akang tren, dan hampir semua pejabat Sunda ingin dipanggil akang. Sampai yang umurnya 60 tahun pun pengen dipanggil akang” jelas Dedi Mulyadi.
Diakhir video, Dedi Mulyadi menjelaskan jika ia harus menerima segala resiko yang akan datang ketika ia bercerai dengan Anne Ratna Mustika. Dan ia sangat bersyukur bisa dekat dengan masyarakat Purwakarta.
(*)
Sumber: Youtube Kang Dedi Mulyadi