SuaraBandung.id – Perceraian antara Dedi Mulyadi dengan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika masih menjadi sorotan publik.
Anne Ratna Mustika melayangkan gugatan cerai terhadap Dedi Mulyadi pada September 2022 lalu, di Pengadilan Agama Purwakarta.
Dari siding terakhir, diketahui alasan Anne Ratna Mustika menggugat cerai Dedi Mulyadi karena beberapa faktor.
Pertama, ketidakterbukaan dalam manajemen keuangan rumah tangga. Kedua, adanya KDRT psikologis.
Dan yang terakhir yakni kewajiban tergugat sebagai suami tidak dilaksanakan yaitu kewajiban menafkahi lahir dan bathin.
Perkara urusan nafkah bathin, Anne Ratna Mustika mengaku bukan sekadar urusan ranjang.
Menurut Anne Ratna Mustika, nafkah batin yang dimaksud adalah ketenangan, kenyamaan, hingga perlindungan.
“Sebagai istri, dinafkahi itu bukan hanya urusan ranjang saja. Istri itu juga butuh ketenangan, kenyamanan dan merasa dihargai oleh suami,” ungkap Anne Ratna dikutip dari purwasuka.suara.com, Minggu (20/11/2022).
berbeda dengan pengakuan Anne Ratna Mustika terkait nafkah bathin, ternyata Dedi Mulyadi membuat pengakuan yang mengejutkan.
Baca Juga: Kemarin Ngaku Gak Kenal, Kini Denise Chariesta Minta Follback Ayu Dewi: Cuma Mau Temenan..
Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa ia telah puasa selama 3,5 tahun. Puasa yang dimaksud disinyalir dengan puasa ranjang.
Hal itu terungkap dalam perbincangan antara Dedi Mulyadi dengan Kepala Desa Kebondalem, Nur Holiq, dan Kepala Dusun Kalibening.
Perbincangan berawal dari Dedi Mulyadi yang pada saat itu sedang berkunjung ke Dusun Kalibening Semarang. Pada saat itu Dedi Mulyadi disuguhi dengan buah alpukat.
Namun, karena Dedi Mulyadi pada saat itu sedang berpuasa, jadi ia memintanya untuk dibawa pulang.
Kepala Desa Kebondalem, Nur Holiq mengungkapkan bahwa dengan mengkonsumsi alpukat bisa menambah stamina.
“Kira-kira katanya setelah mengkonsumsi alpukat bisa menambah stamina,” ungkap Kepala Desa Kebondalem, Nur Holiq, dikutip dari YouTube Lembur Pakuan Channel, Minggu (20/11/2022).