SuaraBandung.id – Dedi Mulyadi dalam unggahan Youtubenya, Kang Dedi Mulyadi Channel, menampilkan kegiatannya yang melakukan sidak terhadap warung-warung penjual miras yang meresahkan.
Dalam melancarkan kegiatannya, Kang Dedi Mulyadi melakukan koordinasi dengan Polsek Sagalaherang dalam penanganan berbagai masalah yang ditimbulkan akibat peredaran miras, yang langganannya kebanyakan anak remaja di bawah umur.
Kegiatannya kali ini lagi-lagi ditemani oleh putrinya, Nyi Hyang, yang menurut pengakuan Kang Dedi Mulyadi, dirinya sedang mendapat giliran menghabiskan waktunya bersama putri bungsunya.
Upaya-upaya preventif ini dilakukan Kang Dedi Mulyadi untuk mencegah berbagai tindak kriminalitas dan perubahan perilaku anak remaja.
Sampai di lokasi tempat penjualan miras, tempat tersebut sedang tutup dan tidak ada siapapun di dalamnya.
Selesai dengan sidak yang dilakukannya, Kang Dedi Mulyadi tiba-tiba saja didatangi oleh ibu-ibu dari Karawang yang mengakui bahwa mobilnya ditabrak.
Niat kedua ibu tersebut mendatangi Kang Dedi Mulyadi ialah mencari jalan keluar dan solusi atas permasalahan yang menimpanya.
Kebetulan Kang Dedi Mulyadi sedang ditemani oleh pihak kepolisian, untuk selanjutnya mereka beranjak ke lokasi.
Ternyata, penabrak dari mobil tersebut merupakan seorang pemuda yang berasal dari Bogor. Pemuda tersebut sedang terduduk lemas saat dihampiri oleh Kang Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Pakai Atribut Pelangi, Fan Timnas Inggris Ditelanjangi Petugas Piala Dunia 2022
Kang Dedi Mulyadi pun menanyakan kondisi dari pemuda tersebut sambil bercanda yang berkaitan dengan perasaan.
“Kalo sakit kaki bisa diobatin, kalo sakit hati mah susah,” ucap Kang Dedi Mulyadi, dikutip dari kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi, Rabu (30/11/2022).
Pemuda tersebut pun menceritakan bagaimana kronologi yang terjadi sesaat sebelum tabrakan terjadi, ia mengaku telah menjalankan motor dengan pelan.
Sontak saja pengakuan tersebut membuat pemilik mobil yang tertabrak tak terima dan malah berujung pada adu mulut antara penabrak dengan yang ditabrak.
Kang Dedi Mulyadi serta polisi yang berada di lokasi pun menenangkan situasi dan menjadi penengah antara kedua belah pihak.
Pihak korban yang mobilnya tertabrak mengungkapkan keinginannya untuk diganti rugi atas goresan mobil yang dialaminya.