SuaraBandung.id - Presiden Joko Widodo alias Jokowi dituding malah 'jualan' Ganjar Pranowo di masa-masa akhir kepemimpinannya.
Hal itu pun banyak disesalkan berbagai pihak, mengingat tugas Jokowi banyak yang belum terselesaikan, namun memilih sibut memperpanjang kekuasaannya.
Atas sikap Jokowi yang memilih ikut jualan Ganjar Pranowo, Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Abdillah Toha sampai dibuat heran.
Keheranan Abdillah Toha ini terungkap saat melihat sikap yang ditunjukkan oleh Joko Widodo alias Jokowi baru-baru ini.
Abdillah Toha menyoroti bagaimana kepala negara tersebut malah memilih sibuk memberikan sinyal akan siapa yang pantas menjadi penerusnya di 2024.
Sebagai pejabat negara yang semuanya ditanggung oleh uang rakyat, tidak pantas jika mementikan politik pribadi dan golongannya sendiri.
Abdillah Toha mengatakan, apa yang dilakukan Jokowi tidaklah tepat dan bahkan terkesan mengesampingkan masalah yang seharusnya ditangani jelang akhir jabatannya.
"Sayang sekali presiden kita. Di ujung masa jabatannya, bukannya menuntaskan masalah penting penegakan hukum yang morat marit, tapi malah makin banyak berpolitik memasarkan calon favoritnya sebagai presiden 2024 serta menjegal lawan politiknya. Legacynya sebagai negarawan makin merosot," tulis anggota DPR RI periode 2004-2009 ini melalui akun twitternya, @AT_AbdillahToha.
Tak butuh lama setelah cuitan beredar, akun Abdillah Toha langsung dibanjiri komentar netizen.
Baca Juga: Koreksi Masalah Penglihatan, Lasik Minimal Invasif Bisa Jadi Pilihan
Cuitan Abdillah Toha yang ditulis pada Senin, 28 November 2022, ramai dikomentari netizen. Sebagian besar ikut menyesalkan sikap Jokowi.
"Di Negeri ini orang yg berfikir objektif seperti pak @AT_AbdillahToha malah di cemooh kanan kiri. Memang sudah tidak warah kondisi politik di negara kita ini. Sehat selalu bapak @AT_AbdillahToha semoga Allah selalu meRahmati panjenengan ," tulis akun @Gust***.
"Memang Kapasitasnya jauh beda kok pak jika dibandingkan dengan Presiden2 sebelumnya. Presiden2 sebelumnya sangat paham dengan Sumpah Jabatan, UU dan Konstitusi Negara. Ditangan mereka kita tdk khawatir dgn kondisi bangsa ini. Tapi sekarang..? Kita gamang melihat negeri ini.," cuit akun @Tan***
"Kalimat Koentji “ Legacy sebagai Negarawan Makin Merosot “ itu sudah terjadi sejak awal 2015 ketika yang bersangkutan terpilih Presiden dan sekarang semakin tidak menunjukkan kualitasnya oleh sebab itu alasan mengapa selalu mengumpulkan dukungan Relawan #hening @asboedionoid," tandas lainnya.
Seperti diketahui Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyinggung soal ciri-ciri pemimpin yang memikirkan rakyatnya yang bisa dilihat dari penampilannya yang berambut putih.
Saat itu Jokowi mengatakan di hadapan relawan, jika mencari pemimpin harus hati-hati.