Dedi Mulyadi Lagi-Lagi Sindir Kebijakan Pemerintah Kabupaten Purwakarta: Yang Harus Diperbaiki adalah Pengelolaan di Internal

Suara Bandung

Selasa, 06 Desember 2022 | 17:54 WIB
Dedi Mulyadi Lagi-Lagi Sindir Kebijakan Pemerintah Kabupaten Purwakarta: Yang Harus Diperbaiki adalah Pengelolaan di Internal
Foto Dedi Mulyadi di media sosial yang kerap unggah kegalauan. Namun, tak ketinggalan terus update aktivitasnya sebagai Anggota DPR RI (IG @dedimulyadi71)

SuaraBandung.id - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi meminta kebijakan pemerintah dalam mengimpor beras tidak menyebabkan hancurnya harga beras di pasar lokal. Ia berharap impor beras tetap difokuskan sebagai cadangan di gudang Bulog.

Dibeberkan pria yang akrab disapa Kang Dedi, saat ini para petani sedang menikmati hasil panen dengan harga gabah yang relatif baik di banding dengan sebelumnya. Jika beras impor sampai bocor ke pasar maka petani akan merugi kembali.

Menurutnya impor beras dilakukan hanya untuk memenuhi cadangan mengisi gudang Bulog yang kosong dalam rangka menjaga ketersediaan pangan. Selain itu program tersebut diarahkan dalam memenuhi kebutuhan program pemerintah terutama di Kemensos seperti bantuan non tunai, termasuk stimulus berbagai peristiwa bencana.

“Tetapi saya keberatan kalau kemudian (impor beras) disiramin ke pasar. Kalau disiramin ke pasar otomatis harga beras akan jatuh. Kalau harga beras jatuh maka harga gabah akan jatuh lagi,” ujar Kang Dedi, Selasa 6 Desember 2022. 

Kondisi tersebut, diakuinya sudah menjadi kebiasaan pemerintah saat petani memasuki musim panen. Banyak kejadian saat panen justru beras impor membanjiri pasar sehingga petani menjadi rugi. Hanya saja sifat petani terutama di daerah tak pernah protes dan selalu menerima keadaan itu.

“Jangan sampai beras yang diorientasikan untuk cadangan nasional ini kemudian masuk ke pasar secara tiba-tiba, kan kalau begitu yang menikmati yang impor,” tuturnya. 

Jika melihat kondisi pasar saat ini, Kang Dedi menilai kebutuhan dan harga beras masih relatif baik meskipun tak lama lagi akan menghadapi Natal dan Tahun Baru 2023.

Hanya saja saat ini beras dikendalikan oleh bandar yang mendapatkan pasokan dari membeli gabah petani pada saat panen lalu. Sebab selama ini gabah petani lebih banyak diserap bandar dibanding oleh pemerintah yang dianggap terlalu banyak regulasi.

“Dan jujur saja selama ini petani diserap gabahnya oleh mereka, para bandar. Mulai dari bandar kecil sampai besar. Mereka membeli tanpa membuat standarisasi yang ribet. Kemudian hari ini pasti dong mereka (bandar) yang mengatur keuntungan, kemudian kalau disiram juga mereka akan rugi, apalagi yang baru panen lebih rugi lagi,” jelasnya. 

baca juga

Kang Dedi yang kerap berkeliling ke daerah lumbung padi di Jawa Barat banyak mendapatkan pernyataan dari petani agar pemerintah tidak melakukan impor untuk kebutuhan pasar lokal. Sebab jika itu terjadi maka petani akan kembali rugi karena harga jual gabah merosot.

Sehingga ia berharap impor beras dilakukan pemerintah adalah benar-benar mengisi gudang Bulog yang kosong untuk kemudian disinergikan dengan sejumlah program. Salah satunya serapan untuk bantuan masyarakat di Kemensos.

“Yang harus diperbaiki adalah manajemen pengelolaan termasuk di internal pemerintah melakukan koordinasi, sinkronisasi data sehingga tidak terjadi simpang siur data yang kedua-duanya dikelola dan dikeluarkan oleh pemerintah,” ucapnya.

Terakhir, Kang Dedi kembali mengingatkan agar impor beras benar-benar bertujuan untuk memenuhi cadangan pangan di gudang Bulog. Jangan sampai beras tersebut bocor apalagi membanjiri pasar.

“Sekarang ini apalagi yang mau diributin karena sudah mau datang kok. Tapi karena sudah mau datang harapan saya isi gudang bulog yang kosong jangan disiram ke pasar. Kalau disiram ke pasar petani bisa mati. Karena kalau sekarang langsung disiram ke pasar nanti gudang kosong lagi, nanti impor lagi,” tandas Kang Dedi Mulyadi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Proses Perceraian Anne Ratna Mustika dan Dedi Mulyadi Berpotensi Berbuntut Panjang

Proses Perceraian Anne Ratna Mustika dan Dedi Mulyadi Berpotensi Berbuntut Panjang

Jabar | Selasa, 06 Desember 2022 | 12:14 WIB

Kang Dedi Mulyadi Bicarakan Keinginan Seorang Anak sampai Belikan Emas untuk Wanita Ini

Kang Dedi Mulyadi Bicarakan Keinginan Seorang Anak sampai Belikan Emas untuk Wanita Ini

Bandung | Selasa, 06 Desember 2022 | 08:20 WIB

Dedi Mulyadi Jadi Idola Ibu-Ibu hingga Dijodohkan dengan Desy Ratnasari, Netizen: Ambu Anne Tinggalin Aja Pak

Dedi Mulyadi Jadi Idola Ibu-Ibu hingga Dijodohkan dengan Desy Ratnasari, Netizen: Ambu Anne Tinggalin Aja Pak

Your Say | Selasa, 06 Desember 2022 | 07:44 WIB

Dedi Mulyadi Balas Sindiran Anne Ratna Mustika Soal Utang, Korban KDRT Langsung Jadi Prioritas Kang DM

Dedi Mulyadi Balas Sindiran Anne Ratna Mustika Soal Utang, Korban KDRT Langsung Jadi Prioritas Kang DM

Bandung | Senin, 05 Desember 2022 | 19:44 WIB

Disindir Anne Ratna soal Hutang Puluhan Miliar, Sebenarnya Berapa Harta Kekayaan Dedi Mulyadi?

Disindir Anne Ratna soal Hutang Puluhan Miliar, Sebenarnya Berapa Harta Kekayaan Dedi Mulyadi?

Video | Senin, 05 Desember 2022 | 11:00 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×