SuaraBandung.id – Dedi Mulyadi hadiri acara peningkatan kualitas petani dan pelaku usaha di bidang pertanian pada Senin (12/12) lalu.
Hadir dalam acara tersebut, Dedi Mulyadi menjadi pembicaranya.
Dedi Mulyadi membicarakan seputar menanam tanaman, hingga mengaitkannya dengan prinsip hidup.
Menurutnya, prinsip hidup itu menanam, jangan terfokus untuk memikirkan hasilnya.
Bahkan, Dedi Mulyadi menyebut kelapangan hati diperlukan dalam menjalani hidup agar mendapatkan kebahagiaan.
“Kalo hatinya sudah terbuka, hidupnya bahagia, kaya aku selalu bahagia,” ucapnya, dikutip dari kanal Youtube Lembur Pakuan Channel, Selasa (13/12/2022).
Masih membicarakan perihal apa yang dirasakannya, Dedi Mulyadi menyebut dirinya tidak bersedih akan dirinya sendiri.
Dedi Mulyadi lebih bersedih ketika melihat rakyatnya dalam keadaan susah.
“Karena kesedihan pemimpin itu adalah ketika melihat rakyatnya dalam susah. Tapi kalau pemimpin sedih memikirkan dirinya sendiri, tidak usah jadi pemimpin. Karena tugas pemimpin itu memikirkan rakyat, bukan dirinya sendiri,” tuturnya.
Baca Juga: China Menonaktifkan Aplikasi Pelacakan Covid-19 Nasional
Bukan hanya sekedar memberikan informasi, Dedi Mulyadi pun mengajak dua orang Bapak-bapak untuk ikut serta berbincang dengan dirinya di hadapa audiens lainnya.
Mengajak keduanya berbincang, Kang Dedi Mulyadi menanyakan perihal pernikahan yang sudah dilakukan oleh Bapak-bapak tersebut.
Salah satu dari Bapak-bapak tersebut ternyata telah menikah beberapa kali, yang paling singkat yakni selama satu tahun.
Hal ini pun lantas membuat Dedi Mulyadi bertanya-tanya mengenai singkatnya pernikahan tersebut.
Membandingkan dengan pernikahannya sendiri, Dedi Mulyadi pun menyebut bahwa pernikahannya yang sudah lama ternyata mengalami satu hal yang tak diinginkan.
“Nikah hanya satu tahun? Saya 20 tahun baru ribut,” tuturnya diiringi gelak tawa.