Melihat adik dari Teh Elis, Kang Dedi Mulyadi pun memuji kecantikannya.
Dedi Mulyadi yang masih berbincang sambil menyantap makanan, tiba-tiba diminta untuk keluar dari rumah kediaman Teh Elis.
Dimintanya Dedi Mulyadi keluar dari kediaman Teh Elis, dengan maksud untuk disambut kedatangannya secara tradisi.
Namun Dedi Mulyadi menolak hal tersebut, dengan alasan sambutan tersebut seharusnya dilakukan menyambut seorang pengantin pria.
Ia pun membawa obrolan tersebut dikaitkan dengan adik dari Teh Elis.
“Lengser itu bukan untuk menyambut saya, tapi menyambut pengantin pria. Emangnya saya mau menikah dengan adiknya Teh Elis?,” jawabnya.
Sontak saja jawaban tersebut kembali membuat gelak tawa Ibu-ibu yang mengelilinya.
Salah satu Ibu-ibu pun kembali membicarakan adik dari Teh Elis, namun Dedi Mulyadi menuturkan bahwa dirinya ingat dengan putri bungsunya, Nyi Hyang.
Ia pun menuturkan bahwa kini dirinya tak lagi memikirkan perihal wanita, karena membuatnya pusing sendiri.
“Tidak lagi berpikir tentang wanita, bikin pusing,” ucapnya lagi.
Selesai menyantap sajian yang disajikan, salah satu Ibu-ibu memberikan pertanyaan tentang dimana Dedi Mulyadi mencuci tangan setelah makan, melihat banyaknya orang yang sedang berkerumun di sekitar kediaman Teh Elis.
Mendapat perhatian semacam itu, Dedi Mulyadi pun menjawab bahwa dirinya mandiri.
“Tenang, Dedi Mulyadi tidak usah dilayani, sudah bisa melayani dirinya sendiri,”
Setelahnya, akad nikah pun berlangsung dengan Dedi Mulyadi yang menjadi salah satu saksinya.
(*)