"Dari sumber mata air, kemudian dibuatkan bak kontrol, kemudian kita menggunakan pipa ke lokasi pompa hidram kemudian dari sana sistemnya buka tutup untuk air, sehingga pendorongan ini mendorong air ke sasaran yang kita tujukan," tuturnya.
Bak kontrol tersebut, kata dia, mampu menampung 2000 kubik air. Kemudian, kecepatan pompa hidram pun sangat maksimal untuk menyuplai air ke pemukiman warga.
"Untuk pendorong air ini memang kecepatannya sangat baik untuk penggunaan kebutuhan warga yang ada di sini, dimana kebutuhan air ini sangat penting bagi masyarakat," tutur dia.
Selain pengadaan distribusi air tersebut datang dari Pangkostrad, pompa Hidram sendiri merupakan buatan langsung dari anggota Kostrad.
"Ide dari Pangkostrad, jadi ide ini muncul karena adanya keluhan warga yang sulit mengakses air bersih padahal mereka menggunakan sumber listrik, tapi dengan pompa hidram ini bisa tersuplai dengan rata. Ini buatan anak bangsa buatan anak-anak Kostrad sehingga kegiatan ini dapat mendukung kebutuhan warga," kata dia.
Selain untuk memenuhi kebutuhan warga, Asep berharap distribusi air ini bisa digunakan untuk lahan pertanian yang ada di Desa Lebak Muncang dan dinikmati untuk semua warga Desa.
"Bisa sangat bisa, saat ini kan masih proses, nanti di akhir kita coba dibagi untuk kebutuhan pertanian. Ini bertahap, memang semuanya proses, dimana konsep ini dari Pangkostrad intinya untuk membantu warga di wilayah latihan," pungkasnya.