SuaraBandung.id - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan korupsi (KPK), Abraham Samad berhasil sosok penting di lingkungan sepakbola tanah air "nyanyi" soal kasus suap menyuap di ajang pemilihan Ketua Umum PSSI.
Bahkan Abraham Samad mendapatkan informasi, calon ketua umum PSSI diminta untuk menyerahkan suara dengan iming-iming rupiah yang mengiurkan.
Tentang adanya dugaan praktik suap menyuap di pencalonan Ketum PSSI ini berhasil diungkap Abraham Samad saat berdiskusi bersama legenda Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto.
Secara terang benderang Kurniawan alias Si Kurus mengakui adanya praktik suap menyuap di ajang pemilihan Ketum PSSI.
Bahkan Kurniawan bahkan sampai ditawari untuk menyerahkan suara dukungannya kepada calon lain untuk bisa berkuasa di PSSI.
Sebagaimana diketahui jika Kurniawan pernah berkeinginan untuk maju di ajang pemilihan Ketum PSSI pada 2017 lalu.
Sejak dirinya membuka diri untuk maju menjadi Ketum PSSI, dari sana mulai banyak nomor yang tidak diketahui menghubunginya.
Mulai dari adanya pertanyaan siapa yang ada di belakang Kurniawan hingga tawaran memberikan suara dukungan ke calon Ketum PSSI.
Berikut adalah petikan obrolan Kurniawan bersama Abraham Samad tentang pencalonan Ketum PSSI yang sarat dengan praktik suap menyuap.
Eks Sampdoria Primavera, Kurniawan Dwi Yulianto adalah pemain idola di masanya. Praktis seluruh masyarakat Indonesia pada saat itu, mengenal Kurniawan sebagai pencetak gol terbanyak bagi Timnas Indonesia.
Lama menapaki karier sebagai pesepakbola, Kurniawan pensiun dan mencoba untuk masuk dalam struktur di PSSI.
Saat itu Kurniawan Dwi Yulianto sempat mencalonkan sebagai Ketua Umum PSSI pada tahun 2017 silam.
Ketika masuk lebih dalam untuk persiapan mencalonkan diri, Kurniawan dibuat kaget lantaran banyaknya suap menyuap demi bisa menjadi ketua umum PSSI.
Di luar dugaan, Kurniawan mengakui pernah ditawari oleh orang yang tidak dikenal agar tetap maju sebagai Ketua Umum PSSI.
"Mas Kurniawan, betul nggak suara-suara burung yang mengatakan bahwa di PSSI masih bisa saja terjadi fraud atau kecurangan-kecurangan dan lain sebagainya?" tanya Abraham Samad kepada Kurniawan Dwi Yulianto dalam petikann wawancaranya di kanal YouTube Abraham Samad pada Rabu, 18 Januari 2023.