Praktik Sedekah yang Diperlihatkan Lewat Konten di Media Sosial, Ikhlas atau Riya? Buya Yahya: Umumkan!

Suara Bandung Suara.Com
Jum'at, 20 Januari 2023 | 21:17 WIB
Praktik Sedekah yang Diperlihatkan Lewat Konten di Media Sosial, Ikhlas atau Riya? Buya Yahya: Umumkan!
Buya Yahya jawab pertanyaan terkait sedekah yang diperlihatkan lewat konten di media sosial. (Tangkapan Layar YouTube Al-Bahjah TV)

SuaraBandung.id - Sedekah adalah satu dari sekian banyak ibadah yang praktiknya seringkali bisa kita lihat di media sosial.

Bahkan, orang yang tampak melakukan sedekah di media sosial tersebut berasal dari berbagai kalangan.

Namun, tak diketahui secara pasti tujuan orang-orang tersebut membagikan unggahan berupa konten yang berisi praktik sedekah.

Konten yang dibagikan di media sosial tersebut pun menuai tanda tanya bagi sebagian orang terkait dengan ibadah yang diperlihatkan kepada orang banyak.

Lalu, apakah ibadah seperti sedekah harus dilakukan secara sembunyi-sembunyi ataukah harus ditunjukkan kepada orang lain, manakah yang lebih utama?

Jawaban atas pertanyaan itu terungkap dalam satu ceramah yang disampaikan oleh Buya Yahya.

Buya Yahya pun menjelaskan bahwa ibadah yang diterima adalah ibadah yang dilakukan dengan ikhlas dan ikhlas tersebut bertempat di dalam hati.

Dilansir SuaraBandung.id dari video dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 20 Januari 2023, Berikut ulasannya.

"Ada ikhlas, ada riya. Ibadah yang diterima adalah ikhlas, yang tidak diterima adalah ibadah sedekah dengan riya," ungkap Buya Yahya.

Baca Juga: Tinggalkan Barcelona, Memphis Depay Resmi Gabung Atletico Madrid

"Tempatnya ikhlas dan riya adalah di dalam hati. Karena itu tempatnya di dalam hati, maka kita tidak perlu menunjuk orang lain bahwasanya dia punya riya," lanjut Buya Yahya menjelaskan.

Buya Yahya kemudian mengingatkan bahwa kita tidak bisa mengetahui isi hati seseorang, sehingga kita tidak boleh begitu saja menyebut seseorang berbuat riya dalam bersedekah.

"Jangan katakan dia riya, bukan urusan kita. Karena kita tidak tahu apa yang di hatinya seseorang," kata Buya Yahya.

Buya Yahya lalu menegaskan bahwa hendaknya kita menunjuk ke dalam diri sendiri dan tidak menunjuk orang lain soal ikhlas dan riya.

"Kalau pengen menunjuk ikhlas, tunjuklah yang di hati orang. Kalau anda pengen nunjuk riya, tunjuk dalam diri sendiri, jangan nunjuk orang lain. Kita tidak tahu apa yang dia inginkan di balik itu semuanya," ujar Buya Yahya.

Setelah itu, Buya Yahya memberikan satu contoh, yaitu penilaian seseorang ketika ada orang lain yang ingin sedekahnya diumumkan.

"Coba, mungkin apa penilaian anda , jika suatu ketika ada orang menyumbang ke masjid ini lalu berbisik kepada pengurus masjid yang bisiknya bunyinya begini 'tolong umumkan setiap majelis hari Jumat sebelum khotbah umumkan kalau saya sedekah'," ungkap Buya Yahya.

Adapun penjelasan selengkapnya dapat disimak melalui unggahan berikut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI