SuaraBandung.id - Beberapa tips amalan apa saja yang dapat kita lakukan dari Ustad Adi Hidayat (UAH), mulai hari ini Minggu, (22/1/2023) bertepatan dengan 1 Rajab 1444 H.
Dilansir SuaraBandung.id dari unggahan dalam kanal Youtube Adi Hidayat Official, yang diunggah Februari 2022
Terkait keutamaan-keutamaan bulan Rajab, menurut UAH
"para ulama telah menghimpun petunjuk-petunjuk dari Rasulullah Saw
terkait keutaman bulan mulia ini khususnya Rajab. Namun, karena ayat dan hadistnya tidak merinci apa saja yang harus dikerjakan,
ini menunjukkan amalan-amalan itu adalah yang umum dilakukan." jelas UAH
Menurut UAH keterangan akan "amalan khusus di bulan Rajab" ini tidak ditemukan secara rinci dalam sumber keterangan utama agama islam yakni Al-quran maupun hadis
Namun ini berarti segala bentuk amalan soleh yang dapat kita kerjakan, adalah baik di bulan Rajab ini
Lanjut UAH menjelaskan "Banyak iringan-iringan amal sholeh yang mungkin kita bisa kerjakan,
Baca Juga: Ganjar Menang Banyak di Survei Capres LSI
menurut para ulama, kita diperkenankan memperbanyak amal sholeh" tandas UAS menegaskan.
Adapun SuaraBandung membagi tipe amalan yang disampaikan, menjadi ke beberapa bagian sesuai garis besarnya sebagai berikut:
1. Amalan berupa Ibadah ritual.
UAH menyampaikan perlu meningkatkan amalan ini, lanjut UAH menjelaskan amalan itu yaitu berupa:
- meningkatkan sholat dari mulai sholat fardu ditambah sholat sunah
- sholat sunah yang melekat mengiringi sholat fardhu seperti Rowatib
- paginya dhuha, malamnya tahajud.
"Sehingga berpeluang mendapatkan lipatan pahala" kata UAH dengan tandas.
2. Amalan lewat jalan harta
Lanjut UAH mengungkapkan amalan lain yang bisa kita kerjakan
"pun demikian kita meningkatkan amalan lewat jalan harta" ungkapnya, kemudian UAH sebutkan amalan itu seperti:
- harta dengan sedekah, infaq atau dengan pengetahuan
- kita share ilmu pengetahuan ditengah era media sosial seperti ini, bisa dengan membuat status berisi hadist yang bermanfaat dan ayat-ayat yang dapat memotivasi
3. UAH juga mengajak kita untuk mulai kebiasaan meninggalkan perbuatan kontra produktif yang disebut dengan maksiat.
Kebiasaan tersebut seperti berikut:
- mulailah menanggalkan pikiran-pikiran negatif, lalu menjaga lisan, pandangan, pendengaran, seluruh raga sampai ke ujung kaki dari keinginan melakukan maksiat.
-jadikan momentum untuk menghindari perbuatan seperti hoax, serta jika ada perselisihan hendaknya segera disudahi.
4. Serta yang terakhir, UAH menyampaikan bahwa
"Nabi Saw pernah mengisyaratkan satu amalan yang menghimpun semua amalan tersebut, yaitu meningkatkan puasa di bulan haram." ungkap Ustad Adi
"Karena puasa hakikatnya meningkatkan ketaqwaan, ibadah, sekaligus berlatih mencegah kita dari larangan Allah dan Rasulnya." lanjutnya.
Itulah amalan-amalan yang disampaikan UAH untuk dapat kita lakukan dengan konsisten di bulan mulia ini.
UAH mengharapkan, setelah kita terus menerus mengamalkan amalan tersebut maka muncul lah peningkatan dari diri kita ke arah yang lebih baik.
"Sehingga peningkatan kekhusyuan dalam jiwa kita, kekuatan dan semangat taqarub kepada Allah sampai saat tiba Ramadhan nanti, kita lebih siap membiasakan diri dengan ibadah.
"dan hikmah dari bulan Rajab ini menjadi pelatihan awal menuju puncak peribadatan yakni bulan Ramadhan." Pungkas Ustad Adi Hidayat
Ustad Adi kembali mengingatkan "ingat! Rajab pembuka, Syaban penguat,Ramadhan hakikat perjuangan dari persiapan-persiapan sebelumnya" ucapnya,
"Tingkatkan tahajud memohon kepada Allah dan perbanyak Tilawatil qur'an" tandas kata Ustad Adi
"Yang perlu kita ingat bahwa setiap waktu baik malamnya dan siangnya bulan Rajab, dilipat gandakan pahala karena ada hadist-hadist terkait dengan keutaman puasa di bulan Haram." pungkas UAH dalam kajian tersebut. (*)
Adapun penjelasan selengkapnya dari Ustad Adi Hidayat dapat disimak melalui unggahan berikut ini