SuaraBandung.id - Malam Nisfu Syaban adalah malam yang jatuh di pertengahan Bulan Syaban.
Nisfu Syaban ditunggu oleh umat Islam dan dimanfaatkan untuk memanjatkan doa, serta memohonan ampunan kepada Allah SWT.
Umumnya, amalan yang sering dikerjakan oleh sebagian besar umat Islam pada saat tiba malam Nisfu Syaban, tepatnya sehabis Sholat Magrib.
Mereka memanfaatkannya dengan berdoa dan membaca Surat Yasin sebanyak 3 kali.
Biasanya doa-doa yang dipanjatkan kepada Allah, seperti permintaan untuk diberikan umur panjang, rezeki yang halal dan berkah, serta supaya dikuatkan iman.
Namun, bolehkah kita melakukan amalan tersebut untuk hajat tertentu?
Terkait hal itu, terlebih dahulu Buya Yahya menjelaskan dasar hukum atau dalil membaca Surat Yasin di malam Nisfu Syaban.
"Tidak ada anjuran khusus dari Rasulullah SAW untuk membaca Surat Yasin 3 kali di malam Nisfu Syaban. Namun Rasulullah mengajarkan, jika kita memiliki hajat hendaknya kita berbuat amal baik. Apakah itu dengan membaca Al Quran, sedekah, kemudian meminta kepada Allah," ungkap Buya Yahya, (20/4/2019).
Melihat keterangan tersebut, jika ditinjau dari syariat, menurut Buya Yahya amalah itu adalah sah dan boleh dilakukan. Bahkan tidak hanya disaat malam Nisfu Syaban saja.
Baca Juga: Rumah Tangga Boris Bokir Bermasalah, Nathalie Holscher Jawab Kemungkinan Rujuk
Selama yang dibaca adalah surat dalam Al Quran, yang diminta adalah hal yang baik-baik untuk kemaslahatan dunia dan akhirat, secara pribadi maupun umum.
Amalan tersebut boleh dilakukan, sah, dan tidak bertentangan dengan syariat agama.
Pemilihan Surat Yasin yang sering dibaca pada malam Nisfu Syaban, karena dinilai lebih familiar saja.
Tak hanya Buya Yahya, Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki juga mengatakan hal yang senada, yakni:
"Tidak ada larangan bagi seseorang yang mengiringi amal salehnya dengan permintaan dan permohonan hajat agama dan dunia, jiwa dan raga, lahir dan batin. Siapa saja yang membaca Surat Yasin atau surat lainnya dengan ikhlas lillahi ta‘ala, sambil memohon keberkahan pada usia, harta dan kesehatan. Maka hal itu tak masalah."
Seperti cerita Rasulullah SAW dalam hadits shahih, terkait tiga orang yang terperangkap di dalam gua.