SuaraBandung.id – Ulama Buya Yahya sebut akan menjadi percuma orang yang ahli ibadah, tapi melakukan hal yang mendatang dosa besar.
Dikutip dari kanal YouTube Al Bahjah TV, Buya Yahya menjelaskan, dosa besar yang dimaksud adalah tidak bersilaturahmi dengan saudara.
Dalam hal ini, meskipun orang tersebut rajin beribadah, seperti salat lima waktu, salat tahajud, dan puasa Senin-Kamis, tetapi dia tidak pernah mengucapkan salam atau berbicara dengan saudaranya.
Bahkan, dalam beberapa kasus, dia memusuhi saudaranya selama bertahun-tahun hanya karena hal sepele.
“Sama saudaranya tidak tegur sapa selama bertahun-tahun, tiga hari saja sudah dosa gede. Enggak boleh kita itu mendiami saudara kita, bahkan dalam suasana marah,” ujar Buya Yahya.
Berbuatan tersebut juga bertentangan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya ukhuwah (persaudaraan) dan saling menyayangi sebagai bagian dari ibadah kepada Allah.
Dalam Surah Al-Hujurat ayat 10, Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”
Buya Yahya menambahkan, seorang Muslim seharusnya tidak hanya memperhatikan ibadahnya, tetapi juga perlu mengamalkan akhlak yang baik dan menjaga hubungannya dengan sesama manusia.
Sebab, tujuan ibadah bukan hanya untuk mendapatkan pahala, namun untuk memperbaiki diri dan mencari rida Allah SWT.
Meski timbul perselisihan, sebaiknya seseorang yang merasa dirinya lebih baik atau lebih benar tidak memperburuk situasi dengan memusuhi atau menghindari saudaranya.
Sebaliknya, sebagai Muslim harus bersikap rendah hati dan mencoba untuk berdamai dengan saudaranya.
Dalam sebuah hadis disebutkan:
“Orang yang paling utama adalah orang yang memulai dengan salam” (HR. Bukhari dan Muslim).
Artinya, orang yang pertama kali menyapa atau mengucapkan salam kepada orang lain dianggap sebagai orang yang terpuji dan dihargai oleh Allah.