SuaraBandung.id - Buya Yahya menyebutkan banyak di antara umat muslim yang sering mengeluhkan keadaan ekonomi yang tergolong miris dan menyedihkan kemudian dikaitkan dengan rutinitas ibadah.
Bahkan Buya Yahya mengatakan kondisi yang demikian bukan hanya dikaitkan namun juga dibandingkan dengan orang yang tidak rajin shalat namun rezekinya melimpah atau bisa disebut golongan kaya.
Jika demikian, apakah ada kaitannya antara konsistensi atau faktor rajinnya seseorang beribadah dengan peluang tingkat ekonomi muslim yang akan lebih tinggi atau lebih rendah?
Buya Yahya menegaskan bahwa sesungguhnya diantara dua kondisi yang telah disebutkan sebelumnya itu merupakan kesalahan apabila dibandingkan satu sama lainnya.
Pengasuh pondok pesantren di Cirebon itu, menjelaskan jika yang jadi permasalahannya adalah rajin atau tidaknya shalat.
Maka sebagai seorang muslim harus melihat kenyataan lain bahwa banyak juga seseorang yang kaya raya dan memiliki kebiasaan shalat bahkan ibadah yang sangat rajin.
"Anda shalat melarat terus, dia ga shalat kaya, seolah-olah ini kalimat bener. Padahal kaya dan shalat tidak ada hubungannya dengan shalat. Seharusnya dibalik juga biar sadar 'itu ada orang yang ga pernah sholat, nyungsep juga hidupnya' hayo," tegas Buya Yahya dikutip pada Minggu (19/3/2023).
Kemudian ulama asal Jawa tersebut, kembali mengatakan alasan seseorang bisa menyebutkan hal seperti tadi. Menurut Buya Yahya orang ini sedang mengalami tingkat keimanan yang rendah atau keropos dan tidak lagi kokoh.
Jika muslim memiliki iman yang kokoh maka tidak mungkin dirinya dengan mudah terpikirkan untuk mengucapkan hal yang tidak logis terkait kewajiban beribadahnya.
Baca Juga: Ramai Gosip Raffi Ahmad Selingkuh dengan Mimi Bayuh, Nama Ayu Ting Ting Terseret
Tandanya orang ini tengah berada diambang keraguan. Janganlah merasa silau dengan kebahagiaan atau kekayaan seseorang sehingga menjadikan dirinya mempertanyakan ibadahnya. (*)
Sumber: YouTube Al-Bahjah TV