SuaraBandung.id - Sholat dan dzikir adalah dua praktik penting dalam Islam yang sangat dianjurkan oleh agama.
Sholat adalah ibadah wajib yang dilakukan oleh umat Muslim dan merupakan salah satu dari lima rukun Islam. Dilakukan lima kali sehari, yaitu sholat subuh, dzuhur, ashar, maghrib, dan isya.
Selain itu, sholat juga dianggap sebagai sarana untuk mempererat hubungan antara manusia dengan Allah SWT serta dapat mencegah perbuat keji dan mungkar.
Sedangkan dzikir adalah ibadah yang dilakukan dengan cara mengingat Allah SWT dan memuji-Nya dengan kalimat-kalimat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Dzikir bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, baik dalam keadaan berdiri, duduk, maupun berbaring.
Dzikir juga memiliki banyak manfaat, seperti menguatkan hubungan kita dengan Allah SWT, memperbaiki hati dan pikiran kita, serta mendapatkan keberkahan dalam hidup.
Jadi, dalam hal ini, pertanyaan yang diajukan oleh salah satu jemaah kepada Ustadz Abdul Somad dalam unggahan video YouTube-nya (2/8/2022), "apakah dzikir dengan suara yang keras menggangu orang yang sholat?,". Jawabannya, tentu tidak. Asalkan nada kerasnya wajar, tidak berlebihan.
Orang yang mendirikan sholat dan melakukan dzikir, menurut Ustadz Abdul Somad pada hakikatnya sama. Mereka sama-sama sedang mengingat Allah.
"Orang yang sama-sama mengingat Allah, mereka tidak saling mengganggu dan tidak saling terganggu. Jika ada yang merasa terganggu, ada 2 kemungkinan, yang sholat itu setan atau yang dzikir itu setan," kata Ustadz Abdul Somad.
Baca Juga: Awas, Istri Periksa HP Suami! Ustadz Abdul Somad Ingatkan Hal Ini
Dalam praktik sehari-hari, sholat dan dzikir menjadi bagian yang penting dalam menjalani kehidupan sebagai umat Muslim.
Dengan melakukan sholat dan dzikir secara teratur dan konsisten, kita bisa memperbaiki hubungan kita dengan Allah SWT serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita sebagai manusia. (*)
Sumber: YouTube Ustadz Abdul Somad Official