SUARA BANDUNG - Puasa Ramadhan dalam jangka waktu tertentu memiliki manfaat, baik secara fisik dan mental.
Selain mencegah kanker hingga menurunkan kadar gula dalam darah, manfat puasa secara mental juga ikut mengiringinya.
Manfaat puasa secara mental dijelaskan oleh Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr Bagus Riyono, MA, Psikolog.
Puasa selain menahan lapar dan haus, juga bisa menjadikan seseorang mampu melaksanakan kontrol diri.
Manfaat puasa secara mental, kata Bagus, lantaran orang yang menjalankannya akan mengalami penundaan pemuasan atau delay gratification.
Penundaan pemuasan tersebut, yakni, menunda makan dan rasa haus, dan emosi.
Itulah yang membuat manusia mendapatkan kondisi jeda, sehingga tidak implusif yang membuat ketegangan dan stres bisa menurun.
Kemenkes dalam situs resminya mengatakan, puasa secara mental mnejadikan seseorang bisa mengalami peningkatan nilai hidup.
Peningkatan nilai hidup secara sosial, karena perjalanan puasa selama Ramadan meningkatkan kegiatan keagamaan.
Melaksanakan salat tarawih, tadarus, dan amalan lain membuat seseorang mengalami peningkatan spiritual saat berpuasa di bulan Ramadan.
Selain itu, puasa mengendalikan perilaku hawa nafsu dan seksual.
Puasa adalah mengistirahatkan sebagian organ tubuh, sehingga menekan hawa nafsu dan dorongan seks bagi yang menjalankannya. (*)
Sumber: ugm.ac.id dan kemenkes.go.id