Penanganan Kasus AKBP Achiruddin Diapresiasi Anggota DPR RI tapi Dikritisi Masyarakat

Suara Bandung

Sabtu, 29 April 2023 | 18:35 WIB
Penanganan Kasus AKBP Achiruddin Diapresiasi Anggota DPR RI tapi Dikritisi Masyarakat
Ahmad Sahroni mengapresiasi Polri dalam tangani kasus AKBP Achiruddin. (Instagram/@ahmadsahroni88)

SUARA BANDUNG - Institusi Polri kembali menjadi sorotan publik setelah keterlibatan AKBP Achiruddin Hasibuan dalam kasus penganiayaan Aditya Hasibuan viral di media media sosial.

Persoalan AKBP Achiruddin Hasibuan tidak hanya sekadar melakukan pembiaran saat anaknya menganiaya Ken Admiral dan memerintah seseorang untuk mengambil senjata laras panjang, tapi melebar ke kasus lainnya seperti dugaan pencucian uang dan melakukan penampungan BBM ilegal. 

Kasus penganiyaan anak AKBP Achiruddin pertama kali diviralkan melalui sebuah utas yang dibagikan oleh akun twitter @mazzini_gsp, Selasa (25/4/2023). Di tanggal yang sama, pada malam harinya pihak kepolisian melakukan siaran pers di Mapolda Sumatera Utara terkait kasus tersebut. 

AKBP Achiruddin Hasibuan dinyatakan melanggar kode etik kepolisian dan dilepas dari jabatannya sebagai Kabag Bin Ops Dirnarkoba Polda Sumut, sedangkan anaknya (Aditya Hasibuan) ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap Ken Admiral, Kamis (22/12/2022) lalu.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mengapresiasi respon cepat Polri dalam tangani kasus penganiayaan dilakukan oleh anak Perwira Polisi tersebut.

Ia pun meminta Propam untuk mempertimbangkan pemberian sanksi terberat berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada oknum yang terlibat. Tujuannya untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

"jangan sampai karena kasus oknum arogan, kepercayaa publik kepada Polri yang tadinya meningkat, malah kembali merosot," kata Ahmad Sahroni.

Berbeda dengan Wakil Ketua Komisi III DPR RI, masyarakat justru menilai sebaliknya. Masyarakat mengkritisi penanganan kasus yang dilakukan oleh pihak  kepolisian.

Respon kepolisian dinilai lambat, karena kasus penganiayaan yang menimpa Ken Admiral sudah dilaporkan sejak 22 Desember 2022 lalu, namun pihak kepolisian baru memproses kembali kasus ini setelah viral di media sosial akhir April 2023.

baca juga

"Apaan pak respon cepat? Orang kasusnya dari Desember 2022. Ini pun karna viral. Coba klo nggak," tulis @eta*****

"Respon cepat apaan...kss ini dr bln Des 2022...stlh viral dulu baru ampun," kata @pangeran*****

Tidak hanya itu, warganet bahkan menilai rasa percaya terhadap institusi Polri bukan sebatas menurun tapi sudah jauh merosot. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh kinerja dan kasus yang menyeret beberapa nama anggota Polri.

"Gak ada meningkat pk.yg ada berkasus terus.. tolong usut tuntas pk kapolri @listyosigitprabowo," tulis ti4n*****

"Kepercayaan publik terhadap polri sudah tidak ada sejak lama pak dewan bukan merosot lagi tapi nyungsep," kata dpckcb*****

"Ga pernah meningkat pak malah merosot teruss," kata vania*****. (*)


Sumber: Instagram @dpr_ri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kasus AKBP Achiruddin Memperpanjang Rangkaian Catatan Buruk Institusi Polri

Kasus AKBP Achiruddin Memperpanjang Rangkaian Catatan Buruk Institusi Polri

Bandung | Sabtu, 29 April 2023 | 16:40 WIB

Terkini

Lawan Perubahan Iklim: 87 Persen Emisi dari Transportasi Darat dan Urgensi Angkutan Massal

Lawan Perubahan Iklim: 87 Persen Emisi dari Transportasi Darat dan Urgensi Angkutan Massal

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:44 WIB

6 HP dengan GPS Terbaik Harga Rp1 Jutaan Buat Narik Ojol, Navigasi Akurat Baterai Badak Awet

6 HP dengan GPS Terbaik Harga Rp1 Jutaan Buat Narik Ojol, Navigasi Akurat Baterai Badak Awet

Tekno | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:42 WIB

Abaikan Peringatan Keras Zulhas, PAN Pecat Bupati Lombok Barat Usai Terjaring OTT KPK

Abaikan Peringatan Keras Zulhas, PAN Pecat Bupati Lombok Barat Usai Terjaring OTT KPK

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:39 WIB

IHSG Naik Level ke 6.300, TPIA dan DSSA Diserok

IHSG Naik Level ke 6.300, TPIA dan DSSA Diserok

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:38 WIB

8 Rekomendasi Pompa Air Hemat Listrik untuk Rumah Tangga

8 Rekomendasi Pompa Air Hemat Listrik untuk Rumah Tangga

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:35 WIB

Ombudsman Soroti Dugaan Maladministrasi SPMB Sumbar, Validasi Prestasi Dinilai Bermasalah

Ombudsman Soroti Dugaan Maladministrasi SPMB Sumbar, Validasi Prestasi Dinilai Bermasalah

Sumbar | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:34 WIB

Cek Daftarnya, 9 Nama Calon Anggota KPI Pusat Resmi Mendapat Restu DPR RI

Cek Daftarnya, 9 Nama Calon Anggota KPI Pusat Resmi Mendapat Restu DPR RI

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:31 WIB

Culture Festival TelkomGroup 2026 Kembali Digelar, Dorong Pelestarian Budaya di Tengah Transformasi

Culture Festival TelkomGroup 2026 Kembali Digelar, Dorong Pelestarian Budaya di Tengah Transformasi

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:30 WIB

MUI Dukung MK Hapus Jatah Tambang untuk Ormas Keagamaan

MUI Dukung MK Hapus Jatah Tambang untuk Ormas Keagamaan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:30 WIB

Gen Z dari Partai Rakyat Kecoa Demo Besar, Capek Susah Cari Kerja, Frustasi dengan Pemerintah India

Gen Z dari Partai Rakyat Kecoa Demo Besar, Capek Susah Cari Kerja, Frustasi dengan Pemerintah India

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:30 WIB

×