SUARA BANDUNG- Asisten Deputi Potensi Kemandirian Pemuda Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Kreasi Indo Multi Pesona menggelar program Ngoprek Digital sesi 3 pada Jum'at (7/7).
Dalam program tersebut, Kemenpora mendatangkan Edwin Syarif Agustin praktisi IT sebagai Narasumber dalam acara tersebut.
Sekitar 50an Peserta yang hadir di Lt. 2 Wisma Kemenpora dan ratusan peserta secara hybrid dari berbagai universitas dan komunitas pemuda di Jabodetabek mengikuti dengan antusias kegiatan ini.
Edwin membahas lebih dalam tentang chatGPT for copywriting, transform your copywriting dengan menyebutkan bahwa ChatGPT sangat berguna bagi orang muda.
”ChatGPT merupakan pintu masuk untuk memahami dunia AI, di Indonesia chatGPT tidak jauh berbeda dengan perkembangan yang ada di dunia bahkan berguna untuk anak-anak muda sekarang ini.” Ujar Edwin.
![Para peserta ngoprek digital Kemenpora sedang mendengarkan materi secara khidmat [(Foto: Amran Halif)]](https://media.suara.com/suara-partners/bandung/thumbs/1200x675/2023/07/09/1-edwin-2.jpg)
“Kita perlu ikutan mempelajarinya dan memahaminya juga menguasainya, karena teknologi itu tidak akan terbendung. Jadi kita memang musti ikutan belajar memanfaatkannya pada dasarnya. Lalu untuk anak-anak muda ini kesempatannya yang paling tepat untuk memulai mencoba menguasai AI tersebut,” Lanjutnya
Pada sesi tanya jawab, Diki Pratama peserta dari Universitas Negeri Jakarta diminta mempraktekan Chat GPT dengan mengetik headline copywriting produk bolu jahe, kemudian ChatGPT memberikan jawaban Rasa Hangat dan Aromatik, Jahe Kami Hadir Untuk Menghangatkan Jiwa Anda.
Edwin melanjutkan, bila dirasa kurang pas, ChatGptT memberikan berbagai alternatif, dan banyak jawaban. Tinggal kita menentukan yang paling cocok dan pas untuk produk kita.
“AI merupakan tools sebagai alat bantu untuk memudahkan pengguna dalam mencari informasi. Regulasi berperan penting untuk menggerakan regulator dalam memahami cara bekerja dari ChatGPT. Dengan kemudahan yang diberikan tentu memberikan efek negatif bagi pengguna, langkah ini bisa diatasi jika pengguna menguasai dan bisa mengontrol diri sendiri dalam penggunaan AI tersebut.” Tutup Bang Win.
Baca Juga: Kerusuhan di Perancis Diperkirakan Bikin Rugi Rp16 Triliun, Nike Hingga Apple Jadi Korban