SUARA BANDUNG - Nama Erick Thohir tentu tidak bisa dipisahkan dari pro kontra rumput JIS yang sedang ramai diperbicangkan akhir-akhir ini. Selaku Ketua Umum PSSI, Erick Thohir turut mendampingi menteri PUPR meninjau Stadion JIS pekan lalu (4/7) yang rencananya akan digunakan untuk Piala Dunia U-17.
Kemarin siang (12/7), Erick Thohir mengunjungi Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, bersama Presiden Jokowi, Dito Ariotedjo (Menpora), Basuki (Menteri PUPR), Pramono Anung (Sekretaris Kabinet), dan Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat).
Di waktu yang sama, kabarnya stadion Si Jalak Harupat sedang digunakan untuk seleksi Timnas Indonesia U-17. Dokumentasi kegiatan kunjungan kemarin, Erick Thohir bagikan di twitter miliknya.
Perlu diketahui, Stadion Si Jalak Harupat baru selesai direnovasi dan masuk dalam daftar stadion yang akan dijadikan venue dalam gelaran Piala Dunia U-17.
Dalam unggahan twitternya, Erick Thohir menyebutkan bahwa renovasi bukan soal kemewahan tapi fungsi.
![Cuitan Erick Thohir soal renovasi stadion [Twitter/Erick Thohir]](https://media.suara.com/suara-partners/bandung/thumbs/1200x675/2023/07/13/3-cuitan-erick-thohir-soal-renovasi-stadion.jpeg)
Beberapa netizen menilai kalimat Erick Thohir tersebut mengandung narasi sindiran terhadap stadion yang sedang ramai diperbincangkan, yaitu Jakarta Internasional Stadium (JIS).
"Saya fokus di kalimat "BUKAN SOAL KEMEWAHAN TAPI FUNGSI"", tulis @Safa****.
"Bukan soal “mewah” tapi fungsi. Nyindir jasjus mantap", kata @ketika****.
Netizen pun menyayangkan pernyataan Erick Thohir tersebut. Bagaimana pun Erick merupakan Ketua Umum PSSI dan perannya sangat vital dalam dunia sepakbola tanah air.
"Pak Ketum.. Knp msh hrs ada narasi "...renovasi bukan soal kemewahan tp fungsi." Arah narasi tsb jelas ke mn. Sudahilah Tum !," tulis @Ophan*****.
"Katanya sudahi polemik, tp ya kok masih aja nyerempet²….. masih kesel ya di rujak soal itu ?", @suhendar****.
Belakangan ini JIS memang sedang ramai diperbincangkan. Rumput dari stadion megah hasil karya anak bangsa itu disebut tidak memenuhi standar FIFA oleh menteri PUPR dan kemudian hal itu sontak mengundang reaksi publik. (*)
Sumber: Twitter Erick Thohir