SUARA BANDUNG - Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW pertama kali dilakukan pada abad ke-7 Hijriah, oleh Raja Muzhaffaruddin Al-Kaukabri, pemimpin wilayah Irbil atau sekarang menjadi Irak.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh Sultan Muzhaffaruddin Al-Kaukabri, digelar secara besar-besaran.
Sultan Muzhaffaruddin Al-Kaukabri memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW setiap Bulan Rabiul Awal.
Menurut Sibth cucu Ibn Al Jauzi, sebagaimana dilansir dari Universitas An Nur Lampung, (18/9/2023), Sultan Muzhaffaruddin Al-Kaukabri mengundang berbagai tokoh agama Islam saat peringatan Maulid dilaksanakan.
Menurut pandangan ulama, sejak adanya perayaan mengenai hari kelahiran Rasulullah SAW, hingga kini, peringatan tersebut sangat baik dilakukan.
Maulid adalah peringatan hari kelahiran dari Baginda Nabi Muhammad SAW. Rasul yang menyebarkan agama Islam.
Nabi Muhammad SAW lahir pada 12 Rabi'ul Awal. Setiap umat muslim biasanya merayakan hari kelahiran Baginda Rasulullah SAW.
Dan ahli sejarah mengatakan, seperti Ibn Kathir, ia menerangkan bahwa Sultan Muzhaff jadi orang pertama pencetus merayakan Hari Kelahiran Nabi SAW.(*)
Baca Juga: Katanya Ogah Nikah? Nicholas Sean Anak Ahok Pacari Cewek Berprofil Mentereng: Lidah Tidak Bertulang