Meskipun ada tim keamanan dan beberapa orang memakai atribut Korwil The Jakmania ikut melerai saat itu, namun emosi supporter lainnya sulit dikendalikan.
Diky Soemarno selaku ketua umum The Jakmania pun membenarkan adanya aksi kekerasan tersebut.
"Ada kekerasan yang terjadi, dan adanya korban yang dirugikan. Ini bukan hal yang baik. Sekali lagi, kami mohon maaf. Usaha belum maksimal", tulis Diky.
Dari dua kejadian itu, dapat dinilai betapa tidak amannya ketika hendak ingin menonton pertandingan sepakbola secara langsung.
Nyawa seolah tidak ada harganya dan sawaktu-waktu bisa terancam gara-gara menyaksikan sepakbola. (*/Rahadian)