Bjorka Bikin Pemerintah Was-was, Ini 5 Hacker Terkenal dan Berbahaya di Dunia
SuaraBandungBarat.id - Jagat maya dan pemerintah Indonesia kini dibuat heboh sekaligus was-was. Pasalnya, muncul hacker atau peretas yang berhasil membobol ratusan juta data di beberapa Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), juga besar kemungkinan dokumen rahasia milik Presiden Jokowi.
Jika memang ini benar, maka kita semua wajib waspada terlebih dengang oknum (peretas) dengan memakai username "Bjorka".
Diketahui, peretas yang berhasil membocorkan dan memperjualbelikan data tersebut adalah oknum yang memiliki username Bjorka.
Hingga saat ini, masih belum diketahui siapa yang ada dibalik hacker Bjorka tersebut, tetapi saat ini kasus tersebut tengah ditangani oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
BSSN saat ini tengah melakukan penelusuran terhadap beberapa dugaan insiden kebocoran data yang terjadi di masyarakat. BSSN juga diketahui telah melakukan koordinasi dengan setiap PSE yang diduga telah mengalami insiden kebocoran data. Tidak terkecuali dengan PSE yang ada di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara.
Usut punya usut, kasus peretasan ini tentu saja bukan yang pertama kalinya terjadi di dunia. Banyak data-data baik di negara Indonesia maupun dunia diretas oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Ini dikarenakan terdapat beberapa hacker yang pernah ditakuti dunia dan dinilai sangat berbahaya bagi keamanan.
Lantas, siapa sajakah hacker terkenal dan berbahaya di dunia? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
1. Jonathan James
Jonathan James menjadi salah satu peretas paling ditakuti di dunia. Di usianya yang menginjak 15 tahun, James berhasil melakukan peretasan untuk modernisasi sekolahnya yang ada di Florida.
Tidak hanya itu, James juga pernah memporak-porandakan situs Departemen Pertahanan milik Amerika Serikat dan juga telah membobol perangkat lunak (software) yang dimiliki oleh NASA dengan nilai sebesar US$25 miliar.
Tidak main-main, James berhasil mengendalikan software yang digunakan untuk mengontrol satelit yang ada di seluruh dunia.
Aksinya tersebut berhasil tercium oleh pihak kepolisian. James pun ditangkap dan mendapatkan hukuman penjara rumah selama 6 bulan.
Setelah dirinya dibebaskan, James juga dilarang untuk melakukan interaksi dengan komputer hingga usianya menginjak 18 tahun.