SuaraBandungBarat.Id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan dalam waktu dekat akan kembali memanggil Gubernur Papua Lukas Enembe dalam kapasitasnya sebagai tersangka di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri menyebut pemanggilan terhadap Lukas Enembe dilayangkan dengan surat panggilan kedua sebagai tersangka.
"Sejauh ini kami akan segera kirimkan kembali surat panggilan kedua sebagai tersangka. Mengenai waktu pemanggilannya kami akan infokan lebih lanjut," kata Ali dikonfirmasi, Kamis (29/9/2022).
Ali pun berharap pada panggilan kedua yang dilayangkan, Lukas Enembe dapat kooperatif datang untuk pemeriksaan kasus dugaan suap dan gratifikasi APBD Papua.
"Kami berharap kesempatan kedua bagi tersangka ini, nantinya dapat koperatif hadir memenuhi panggilan," imbuhnya
Seperti diketahui, proses pemanggilan terhadap Lukas Enembe sudah dilakukan penyidik antirasuah sejak 12 September 2022 di Kantor Mako Brimob Polda Papua.
Namun, Lukas Enembe berhalangan hadir karena sedang sakit dan diwakili oleh tim kuasa hukumnya.
Kemudian, KPK juga telah kembali melayangkan panggilan terhadap Lukas pada 26 September 2022.
Lukas diperiksa sebagai tersangka di Gedung Merah Putih KPK Jakarta.
Baca Juga: Penampilan Rizky Febian dan Mahalini Menuai Komentar Para Netizen: Terlalu Vulgar!
Namun, Lukas kembali tak hadir dan hanya diwakilkan oleh tim hukum dengan membawa surat penundaan pemeriksaan serta membawa rekam medis penyakit yang diderita oleh Lukas.
Profil Lukas Enembe
Dihimpun dari berbagai sumber, Lukas Enembe, S.I.P., M.H., lahir 27 Juli 1967 adalah seorang politikus Indonesia yang menjabat sebagai Gubernur Papua sejak April 2013.
Ia sebelumnya menjabat sebagai Bupati Puncak Jaya antara tahun 2007 hingga 2012, dan Wakil Bupati kabupaten yang sama dari tahun 2001 hingga 2006.
Riwayat pendidikan
1. SD YPPGI Mamit (1974-1980).
2. SMPN 1 Jayapura di Sentani (1980-1983).
3. SMAN 3 Jayapura di Sentani (1983-1986).
4. Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan Universitas Sam Ratulangi Kampus Gorontalo (tidak selesai).
5. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi Manado (1990-1995).
6. The Christian Leadership & Second Linguistic di Cornerstone College, Australia (1998-2001).
7. Pasca Sarjana di Program Magister Ilmu Hukum Universitas Hasanuddin Makassar (2009-2011).