SuaraBandungBarat.id - Terbebasnya Indonesia dari hukuman FIFA usai tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur mendapat sorotan media asing.
Seperti diketahui sebelumnya, Presiden FIFA Gianni Infantino resmi mengirim surat berisi Indonesia terbebas dari hukuman pasca Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 Aremania. Surat ini disampaikan Presiden Joko Widodo dalam siaran pers kemarin, Jumat (7/10).
Hal tersebut mendapat sorotan dari beberapa media asing salah satunya media Vietnam, Phapluat menurunkan judul 'telepon rahasia Presiden FIFA dengan Presiden Indonesia' terkait hal tersebut.
Media Vietnam itu menyebutkan bahwa pasca tragedi Kanjuruhan, hampir seluruh mesin politik Indonesia bermain.
"Indonesia khawatir dicabutnya hak menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Dalam beberapa hari terakhir, Ketua FIFA, Presiden Gianni Infantino secara aktif menelepon Presiden Indonesia, Joko Widodo secara langsung untuk mendapat banyak informasi," tulis media Vietnam tersebut.
Selanjutnya disebutkan, Presiden FIFA sangat memahami bahwa Indonesia sangat takut dicopot haknya menjadi tuan rumah Piala Dunia U-2020 Mei 2023 dicabut. Karea itu semua mesin politik dikerahkan untuk menyelesaikan hal itu.
"Sejak kejadian itu, seluruh mesin politik Indonesia ikut bermain. Mulai dari Presiden RI hingga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Dalam Negeri, Kepolisian, Kementerian Kesehatan, hingga PSSI, semuanya bergegas menyelesaikan masalah yang telah jadi sorotan global tersebut,"
Pembentukan tim independen pencari fakta serta penetapan tersangka dianggap sebagai langkah maju oleh media tetangga itu.Langkah Presiden Jokowi langsung menghubungi Presiden FIFA serta mengutus Menteri BUMN, Erick Thohir bertemu di Doha, Qatar juga mendapat apresiasi dari media Vietnam. Satu hari setelah pertemuan Erick Thohir dengan Presiden FIFA, Jokowi mengumumkan bahwa Indonesia terbebas dari sanksi FIFA.*
Sumber: Suara.com
Baca Juga: Perusahaan Taiwan Temukan Solusi Pengisian Daya Kendaraan Listrik, Hanya 10 Menit Sampai Penuh