SuaraBandungBarat.id-Pemeran Si Manis Jembatan Ancol, Kiki Fatmala menegaskan, dirinya bersyukur tidak menagalami penderitaan yang berat akibat sakit kanker stadium empat yang dideritanya. Bahkan tidak mengalami perubahan drastis pada tubuhnya.
“Kata orang kalau udah cancer yah apalagi kemo menderita sekali. Menderitanya itu misalkan rambut putus-putus sampai botak terus kurus dan banyak sekali yang aku denger seperti apa,” katanya seperti dikutip dari YouTube NIT NOT, Jumat (11/11/2022).
Ia menambahkan, penderitaan yang tidak dialaminya tersebut merupakan salah satu kondisi yang ia syukuri pasca divonis mengidap kanker stadium empat.
“Tapi aku bersyukur tidak seperti orang yang bilang menderitanya seperti apa. Jadi aku bener-bener ngerasa, aku dikasih cobaan tapi juga tuhan kasih banyak pertolongan. Aku diberi kemudahan tidak semenderita orang cancer seperti itu,” katanya.
Masih kata Kiki, saat ini dirinya sangat menjaga kondisi tubuhnya dari kelelahan maupun kurang istirahat. Oleh karena itu, dia menyempatkan tidur siang setiap hari.
“Sekarang badan aku ga boleh stress, aku suka olahraga yoga yang ga boleh badan aku tuh stress,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, dirinya sangat bersyukur suaminya yakni Christopher terus mendampingi dan mensupport dirinya melawan keganasan penyakit kanker yang dideritanya.
“Aku sangat bersyukur suami aku sangat baik banget, waktu aku lagi sakit dia bener-bener ngedampingin aku sampai aku berobat kemana-mana,” katanya.
Selain penanganan maksimal dan juga kehendak Tuhan, kata Kiki, kesembuhan yang ia rasakan saat ini adalah dorongan semangat dari sang suami yang setia menemaninya sejak awal divonis kanker.
“Penting banget ada orang yang sebelah kita itu yang mensupport, yang menguatkan. Jadi aku bilang aku berjuan melawan cancer tidak sendiri karena suami aku ada di sisi aku gitu,” katanya.
Masih kata Kiki, perkembangan kesehatannya pun terus dipantau untuk memastikan cancer yang ada di dalam tubuhnya tidak kembali membesar.
“Jadi ada kan orang yang sudah sembuh tapi kambuh lagi, banyak kejadian yang seperti itu. Jadi aku sekarang tetap dipantau oleh dokter selain imunologi juga melakukan pet scan per tiga bulan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan rasa syukurnya atas kesehatan yang kini dirasakan pasca divonis kanker stadium empat. Pasalnya, tidak sedikit pasien dengan penyakit yang sama telah meninggal dunia.
“Aku denger ketika aku berobat waktu itu, aku tanya dokter orang yang itu kemana dok? ia sudah meninggal. Ada beberapa orang yang kemo bareng aku meninggal gitu,” katanya.
Ia mengimbau, masyarakat untuk lebih peka terhadap kanker. Hal tersebut lantaran penyakit yang ia derita tersebut dipicu oleh faktor genetik bukan dari pola hidup yang dijalankan.