- Saat bersenggama maka yang pertama yaitu penetrasi dilakukan secara pelanpelan dan tidak tergesa gesa (ritmis).
- Menahan (ejakulasi) pada saat birahinya mulai bangkit, sampai tuntas orgasme istri. Karena hal tesebut dapat menumbuhkan rasa cinta di hati.
- Hendaknya suami tidak terburu-buru mencabut dzakar ketika ia merasakan mani istri, karena hal itu dapat melemahkan dzakar.
- Jangan mencabut dzakar (saat enjakulasi) karena hal tersebut itu merugikan isteri.
Adapun tiga etika setelah melakukan senggama yaitu:
1. Suami menyuruh isteri tidur miring ke kanan agar anak menjadi laki-laki, insya Allah.
Bila isteri tidur miring ke kiri maka anak menjadi perempuan. menurut hasil percobaan dalam kitab tersebut.
2. Suami mengucapkan dzikir yang dari Nabi di dalam hati sesuai yaitu: Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia dari air, kemudian menjadikannya keturunan dan besan. Dan adalah Tuhanmu itu maha kuasa.
3. Berwudu ketika hendak tidur wudlu ini sunah dan membasuh dzakar bila hendak mengulangi bersenggama.
Baca Juga: PSSI Punya Ketua Umum Baru, Ini Harapan Teco dan Bali United
Doa saat hendak melakukan senggama:
Membaca basmalah ketika bersetubuh maksudnya menyetubuhi isterinya, dan surat Ikhlas
sampai akhirnya, takbir, tahlil serta membaca : "bismillahil aliyyil adzim, Allahummajalha
dzurriatan thoyyibah in kunta qoddarta an tukhrija mi sholbi, allahumma jannibni syaiona
wa jannibis syaitoa ma rozaqtana".
Sebagian Masyayikh mengatakan: Barangsiapa menyetubuhi isterinya lalu ketika ia merasa
keluar mani ia membaca dzikir : "la tudrikuhul absoru wahuwa yudrikul abshor wahuwa
latiful khobir".
Demikianlah tiga etika sebelum dan sesudah bersenggama serta doa bersenggama menurut kita Fathul Izar.(*)